Membuntuti Jejak Aksi Nakal di SPDN PPI Amagarapati

Situasi pengisian Solar pada SPDN PPI Amagarapati, Larantuka-Flores Timur, NTT, Rabu (10/10). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Aksi nakal penyaluran Solar Subsidi di Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) PPI Amagarapati, Larantuka-Flores, NTT, tersiar kian marak terjadi. Bermoduskan untuk kapal nelayan, beberapa ‘pemain’ Solar pun dengan leluasa membawa keluar Solar dari lingkungan PPI Amagarapati dan menjualnya kembali kepada pengecer lainnya. Bahkan ada pula yang menjualnya dengan harga industri.

Walaupun telah terbangun kesepakatan bersama  pengaturan pendistribusian untuk kapal nelayan dilakukan oleh masing-masing koordinator yang memiliki SITU dan SIUP sebagai Pengecer BBM jenis Solar, toh dari hasil investigasi balinewsnetwork.com, dalam pekan ini, Solar yang diambil dari SPDN pun beralih begitu gampang ke tangan lain, tidak untuk kebutuhan kapal nelayan sebagaimana yang tertera dalam permohonan pengisian (DP).

“Ada yang mengatasnamakan sejumlah kapal nelayan. Namun setelah ditelusuri, ternyata beberapa di antara kapal nelayan yang tercantum  dalam nota pesan (DP) tersebut sudah melakukan pengisian Solar, dan ada pula kapal yang memang sedang dalam keadaan tidak beroperasi karena rusak.Lantas ke mana Solar-Solar yang dibeli oleh mereka-mereka yang bernamakan para pengecer itu? Padahal masih banyak yang antrian dan berakhir dengan tidak dapat juga.Buruknya lagi ada beberapa nelayan yang telah menyerahkan DP, namun harus menikmati antrian dengan menyaksikan petugas nosel melayani mereka yang baru menyerahkan DP-nya,” ungkap beberapa nelayan yang kepada balinewsnetwork.com, menyesalkan perilakuan tidak adil petugas SPDN dan sikap masa bodoh pengelolah SPDN tersebut.

Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Flores Timur, Julian Witak ketika dikonfirmasi balinewsnetwork.com di ruang kerjannya, Kamis, 11 Oktober 2018, terkait hal itu mengaku sedang melakukan pembenahan dan pengawasan langsung disaat pengisian Solar pada SPDN PPI Amagarapati dan dua SPBU lainnya.

Julian Witak,Kabag Ekonomi

“Teman-teman tentunya tau kalau saya baru menjabat sebagai Kabag Ekbang ini.Banyak hal yang saya dan teman-teman di Ekbang bereskan, termasuk membangun komunikasi dengan Pertamina Maumere untuk menambah quota BBM jenis Solar untuk SPDN kita.Semalam (Rabu,10 Oktober 2018) saya monitor langsung pengisian Solar di SPDN dan berdialog dengan para nelayan dan pihak Mina Gonazalu sebagai pengelolah SPDN.Banyak hal yang harus kita rapihkan,termasuk SITU-SIUP para pengecer. Intinya pembagian Solar harus adil. Bagi mereka yang nakal, saya tegaskan, akan ditindak! Kami telah membangun koordinasi dengan pihak Polres Flotim, Kodim 1624 dan Polairud Mobile Flotim untuk melakukan pengawasan pada sentra-sentra pengisian BBM, termasuk pada SPDN di PPI Amagarapti,” ujar Julian tegas.

Pimpinan KUD Mina Gonzalu, Alwan Amir kepada balinewsnetwork.com mengaku mendengar juga informasi terkait aksi-aksi nakal pengalihan Solar tersebut, namun hal itu terjadi ketika Solar sudah dibawa keluar dari lingkungan SPDN. Dirinya bahkan menyesali kondisi tersebut dan siap memperketat pengawasan.

Alwan Amir,Pimpinan KUD Mina Gonzalu

“Urus SPDN dengan menghadapi karakter nelayan kita, memang susah.Kita menghendaki tertib pembagian,namun menghadapi kenyataan baik dari sisi quota,jadwal masuk Solar yang tidak menentu karena armada (mobil tangki) hanya  satu, jumlah kapal yang membutuhkan besar dengan jadwal masuk pelabuhan yang tidak menentu, memang merumitkan kami. Kami senantiasa membijaki pembagian secara adil, namun sering berbenturan dengan kenyataan lapangan ebagaimana yang saya sebutkan. Contohnya begini, malam ini Solar masuk ke SPDN 5 ton. Antrian sudah membludak, dan 5 ton itu ketika dibagi ratusan kapal, sudah pasti tidak cukup. Maka kami membijaki menanti keesokan harinya yang masuk 5 ton. Nah, 10 ton itu lah yang kita bagi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Flotim, yang telah menambah quota Solar untuk SPDN PPI Amagarapi sehingga kini menjadi 15 ton,” jelas Alwan Amir dengan menambahkan penambahan quota tersebut pun belum menyelesaikan persoalan klasik mereka lantaran menghadapi kenyataan hanya satu sarana transportasi distribusi dengan jadwal pengambilan Solar pada Pertamina Maumere yang tidak menentu. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment