Impor Bahan Baku Ganja Sintetis, Sopir Freelance Dituntut 15 Tahun

I Gede Romy Andiana alias Romy dituntut 15 tahun penjara karena membeli AB-FUBINACA dari Hongkong. Foto: BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria 27 tahun asal Bangli yang berprofesi sebagai supir freelance, I Gede Romy Andiana alias Romy yang diadili karena membeli AB-FUBINACA (bahan membuat ganja sitentis/(tembakau gorila) dari Hongkong, Kamis (11/10) dituntut hukuman 15 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim PN Denpasar pimpinan Esthar Oktavi menyataka, sesuai fakta yang terungkap dalam persidangan, perbuatan terdakwa yang beralamat di Jalan Raya Tuban, Gg Gelatik No.1 itu terbukti sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua.

Yaitu, tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebarat 453 gram. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Tuntutan hukuman yang lumayan tinggai ini dikarena jaksa menilai, perbuatan terdakwa sangat bertentangan dengan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberatas peredaran gelap narkotika.

“Perbuatan terdakwa dapan memberikan citra negatif terhadap pulau Bali sebagai daerah tujuan wisata Internasional,” sebut jaksa dalam surat tuntutanya yang dibacakan dihadapan terdakwa dan pengacara, Ketut Dody Artha Kariawan.

“Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahum, denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan kurungan,”tegas jaksa Kejati Bali itu.

Dalam surat tuntutannya, JPU juga membeberkan sejumlah fakta yang terungkap dalam persidangan, diantaranya terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 12 April 2018 sekitar pukul 09:30 Wita di Kantor Pos Besar Renon Jalan Puputan Renon, Denpasar.

Penangkapan terdakwa berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebut adanya pengiriman Narkotika dari Hongkong melalui Kantor Pos Besar, Renon yang ditujukan kepada penerima atas nama I Gede Rusdiana dengan alamat Jalan Karang Tenget III/25X.

Atas laporan itu, pihak Kator Pos langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk menunggu orang yang akan mengambil paket yang dimaksud. Tidak lama kemudian datang terdakwa bersama saksi I Gede Rusdiana untuk mengambil paket tersebut.

Singkat cerita, setelah mengambil paket, terdakwa bersama saksi I Gede Rusdiana bergegas meninggalkan Kantor Pos. Tapi pada saat hendak meninggalkan Kantor Pos keduanya langsung ditangkap petugas polisi.

Dari tangan terdakwa, polisi berhasil mengamankan bahan baku membuat tambakau gorila berupa AB-FUBINACA seberat 453 gram. Saat ditanya, terdakwa mengaku bahwa barang bukti itu adalah miliknya yang dibeli dari Hongkong melalui online Shop.

Sedangkan terkait nama penerima dan alamat yang tertera dalam paket kiriman, terdakwa mengaku hanya meminjam identitas saksi I Gede Rusdiana dengan alasan KTP terdakwa hilang. Hal ini juga diakuinya terdakwa saat diperiksa di PN Denpasar. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment