Bule Rusia Bantah Isi BAP, Jaksa Hadirkan Saksi Penerjemah

Majelis hakim sedang memperlihatkan tanda tangan yang ada di BAP. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang kasus narkoba yang menjerat Rybnikov Vladimir Aleksandrovich warga Negara Rusia makin runyam saja. Pasalnya, saat terdakwa diperiksa sebagai terdakwa, ia malah meragukan isi dalam BAP (berita acara pemeriksaan) polisi.

Terdakwa meragukan karena menurutnya apa yang tertulis dalam BAP itu dianggap tidak sesuai dengan apa yang diucapkan saat diperiksa polisi.

Alhasil, untuk mebuktikan semua itu, Jaksa Penuntutut Umum (JPU) I Putu Gede Juliarsana menghadirikan saksi penerjemah, Alexius Barung yang mendampingi terdakwa saat diperiksa di Polsek Kuta.

Terdakwa nampaknya tidak hanya mempertanyakan isi BAP, tapi terdakwa juga membatah sebagai pemilik 4,32 gram kokain yang menjadi barang bukti dipersidangan.

Dalam keterangan, saksi Alexius memang banyak mengaku sudah lupa mengingat waktu mendampingi terdakwa sudah cukup lama. Hanya saksi mengungkap bahwa, setiap pertayaan yang diajukan oleh penyidik selau dijawab oleh terdakwa.

“Seingat saya, setiap proses pemeriksaan selesai, apa yang sebelumnya ditanyakan selalu dibacakan ulang,” ungkap saksi yang mengaku sudah menjadi penerjemah bahasa Rusia di Polsek Kuta selama 7 tahun.

Hakim Novita Riama juga sempat bertanya kepada saksi terkait tanda tangan yang ada pada BAP. “Antara saudara saksi dengan terdakwa, siapa lebih dahulu menandatangi BAP ini,” tanya Hakim Novita yang dijawab saksi terdakwa terlebih dahulu menandatanganinya.

“Setelah kami baca ulang, terdakwa menandatangi, setelah itu baru saya yang menandatangi,” jawab saksi. Sementara ditanya soal barang bukti narkoba, saksi menjawab sudah lupa berapa jumlah dan beratnya.

Hanya saja saksi mengatakan seingatnya, terdakwa saat diperiksa dan ditunjukan barang bukti diiyakannya. Sementara terdakwa melalui penerjemahnya, I Wayan Anna, sejatinya tidak meragukan atau tidak membantah apa yang diutarakan saksi.

Namun, terdakwa tetap ngotot dan terkesan meragukan isi dari BAP tersebut. “Jadi terdakwa mengakui keterangan saksi . Namun ia meragukan apa yang ditulis di BAP dia tidak mengerti,” terang terdakwa melalui penterjemahnya.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan jaksa yang dibacakan dimuka sidang diterangkan, penangkapan terdakwa Aleksandrovich berawal dari informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Majapahit, Kuta, Badung, tepatnya di depan Mirandra Sekar Shop akan ada transaksi Narkoba yang dilakukan orang asing WN Rusia.

Setelah melakukan penyelidikan, Jumaat (27/04), terdakwa Aleksandrovich berhasil diringkus dengan barang bukti berupa plastik klip besar yang didalamnya berisi 3 plastik klip kecil yang masing-masing berisikan serbuk putih berupa kokain.

Lalu, anggota Polisi kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan di tempat tinggal sementara terdakwa Aleksandrovich yang berada di Apartemen Balo View, Kamar 214, Jalan Nakula Legian, Kuta, Badung. Alhasil, Polisi kembali menemukan 2 plastik klip berisi Kokain yang disembunyikan di dalam buku.

Dalam dakwaan diterangkan pula bahwa, terdakwa mendapat barang tersebut dengan cara membeli dari seseorang laki-laki pada tanggal 20 April 2018 di F Bar dengan harga per paket tiga juta rupiah sehingga 5 paket kokain tersebut terdakwa beli dengan harga lima belas juta rupiah.(pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment