Simpan Ganja dalam Tas, WN Malaysia Ini Hanya Dituntut 1 Tahun

IRT asal Malaysia yang kedapatan menyimpan ganja dalam tasnya dituntut 1 tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Setelah sebelumnya, Muhamad Akmar Firdaus bin Ishak warga negara Malaysia yang kedapatan membawa masuk ganja dari negaranya dituntut ringan (2,5 tahun), kini giliran istriya, Nor Faraniza binti Nor Azam juga dituntut ringan.

Menariknya, dalam sidang, Rabu (10/10), terdakwa Nor Faraniza yang didalam tasnya ditemukan barang bukti ganja sebarat 9,68 gram saat diperiksan oleh petugas Bea Cukai Bandara Ngurah Rai setibanya dari Malaysia hanya dituntut hukuman 1 tahun penjara.

Dalam amar tuntuntan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta dalam surat tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Ni Made Purnami menyatakan terdakwa yang mengaku memiliki dua anak masih kecil ini terbukti bersalah sebagai dalam dakwaan alternatif keempat.

Yaitu dengan sengaja tidak melapor adanya tindak pidana Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat (1). Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 131 Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun,” sebut jaksa Kejati Bali ini.

Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Muhammad Husain dan Suroso langsung mengajukan pembelaan secara tertulis. Dalam pembelaan yang dibacakan, pada intinya kuasa hukum terdakwa sepakat dengan tuntutan JPU menganai perbuatan terdakwa.

Namun, kuasa hukum terdakwa tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan JPU dengan alasan terdakwa memiliki anak yang masih kecil yang masih butuh kasih sayang seorang ibu.

Begitu pula terdakwa yang juga mengatakan memohon keringanan hukuman dengan alasan yang sama. “Saya punya dua anak kecil di Malaysia. Karena itu saya mohon keringanan hukuman,” ujar terdakwa.

Sementara menanggapi pembelaan terdakwa, jaksa I Wayan Sutarta menyatakan tetap pada tuntutanya. “Kami tetap pada tuntutan kami yang mulia,” kata jaksa Sutarta. Atas hal itu, majelis hakim akhirnya menunda sidang selama dua pekan dengan agenda pembacaan putusan.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap diterminal kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai pada tanggal 10 Maret 2018 pukul 14:30 Wita. Saat ditangkap, terdakwa tidak sendiri. Dia bersama suaminya (sudah ditungut 2,5 tahun penjara) dan dua temanya, Sharizal Bin MD Saleh Mohd dan Rosida Mardani Tarigan (kedua terdakwa dalam berkas terpisah).

Saat tiba, terdakwa bersama suaminya dan dua rekanya langsung dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan mesin X-Ray. “Saat diperiksa dengan menggunakan mesin X-Ray petugas melihat gerak gerik terdakwa sangat mencurigan,” ungkap jaksa,

Atas hal itu petugas langsung melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap terdakwa termasuk barang bawaanya di ruang pemeriksaan Bea Cukai. Saat itulah petugas menemukan ganja yang disimpan dalam tas warna hitam milik terdakwa.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lenjat, ternyata barang bukti ganja terebut adalah milik suamimya, Mohd. Akmar Firdaus bin Ishak yang renacananya akan digunakan bersama dengan Sharizal bin MD Saleh Moh selama berlibur di Bali. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment