Mediasi Bawaslu Flotim untuk PAN dan Demokrat Gagal

Gelar Mediasi Bawaslu Kabupaten Flores Timur yang mempertemukan pihak Pemohon, PAN dan Demokrat Flotim dengan KPU Kabupaten Flotim, Rabu (10/10) berakhir gagal! Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Mediasi penyelesaian sengketa  proses pemilu yang dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Flores Timur dengan pihak Pemohon (Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat) bersama Pihak Termohon (KPU Kabupaten Flores Timur) di Aula Hotel Gelekat Nara, Larantuka, tidak menghasilkan perdamaian alias mediasi gagal.

Sebagaimana yang disaksikan balinewsnetwork.com, Bawaslu Flotim menyelenggarakan mediasi secara tertutup. Mediasi pertama mempertemukan antara Pemohon, PAN dan Termohon KPU Flotim. Perbedaan pendapat antara substansi mediasi tersebut, menyebabkan pihak Bawaslu Flotim memutuskan proses penyelesaian sengketa proses pemilu dalam kaitanya dengan keputusan KPU Flotim menolak LADK PAN  dalam tahapan mediasi tersebut gagal dan dilanjutkan dengan tahapan adjufikasi Bawaslu yang akan terjadi pada Jumat, 12 Oktober 2018.

Kondisi yang sama pula dialami oleh Partai Demokrat Flores Timur. Kerinduan besar Demokrat Flotim dan PAN untuk mendapatkan penyeleaian di forum mediasi Bawaslu itu pun kandas!

Kuasa Hukum PAN Flotim, Stefanus Matutina, SH yang dikonfirmasi balinewsnetwork.com usai penandatanganan Berita Acara Mediasi Gagal tersebut mengungkapkan keprihatinan dan kekecewaan  pihaknya sebagai Pemohon  terhadap sikap KPU Flotim yang sangat  menutup diri untuk tidak mau berdamai. Bagi Stef Matutina, sebenarnya ruang mediasi tersebut bisa menghasilkan perdamaian terhadp hal-hal yang mau didamaikan. Namun KPU Flotim langsung menyatakan sikap bahwa mereka tetap pada keputusannya dan menyatakan bahwa mediasi ini gagal.

“Ada 9 Kabupaten di Indonesia yang mengalami hal yang sama, bahkan ada partai yang terlambat memasukan LADK-nya sampai hitungan hari dari batas akhir, namun  selesai dalam tahapan mediasi Bawaslu. Kenapa di Flores Timur tidak bisa? Kesan saya KPU Flotim tidak mau berdamai,sangat menutup diri. Ya, kita akan hadapi nanti dalam sidang adjufikasi!,” tandas Stefanus dengan terus menerus melontarkan pernyataan kekecewannya atas sikap KPU Flotim itu. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment