Terjebak Pasang di Perairan Lewobunga, Seorang Pemancing Ditemukan Tewas

Korban tenggelam, Ignasius Igo Lebuan (33)  ketika dalam proses visum di RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, Senin (08/10). Foto: BNN/doc.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Naas menimpa Ignasius Igo Lebuan (33), warga Kelurahan Sarotari Tengah, Kecamatan Larantuka di Minggu, 7 Oktober 2018. Saking asyiknya memancing bersama kedua adiknya, Marianus Lebuan (30) dan Emanuel Holo Lebuan  (27) dan Yanto Polun (28) sahabat mereka  di perairan desa Lewobunga, Kecamatan Tanjung Bunga, Ignasius Igo Lebuan pada pukul 23.30 Wita di Hari Minggu (07/10) itu dilaporkan hilang dan baru ditemukan keesokan harinya, Senin, 8 Oktober 2018  didasar laut, tempat korban memancing, pada kedalaman 3-4 meter dalam kondisi tak bernyawa.

Komandan Pos Polairud Mobile Flores Timur,Frans Kakiay ketika dikonfirmasi balinewsnetwork.com, Selasa, 9 Oktober 2018 membenarkan kejadian tersebut.

“Korban berdasarkan keterangan para saksi rupanya terjebak dengan pasang naik yang lebih dahulu memenuhi areal daratan. Pada pukul 19.00 Wita, saksi Yanto Polun memberi isyarat dengan menggunakan senter dan mengajak korban bersama kedua adiknya untuk pulang ke darat. Ternyata ketika tiba di darat (tepi pantai), hanya korban yang belum terlihat. Melihat kondisi tersebut, saksi Marianus Lebuan kembali masuk laut, mencari dan memanggil nama korban. Tak ada jawaban yang terdengar. Ketiga saksi tersebut lalu melaporkan kejadian tersebut kepada warga Desa Lewobunga dan Kepala Desa Lewobunga. Pencarian pun dilanjutkan bersama warga desa setempat, namun hanya menemukan jaket, sepatu, senter dan tas milik korban,” tutur Frans Kakiay.

Korban dalam proses evakuasi

Frans dalam penuturan lanjutnya mengisahkan, pencarian pun dilanjutkan keesokan harinya, Senin,8 Oktober 2018 sekitar pukul 04.15 Wita. Korban pun berhasil ditemukan di dasar laut pada kedalaman sekitar 3-4 Meter di lokasi korban berdiri memancing.Korban lalu dievakuasi oleh keluarga dan warga  ke darat dan selanjutnya disemayamkan sementara di rumah kepala desa Lewobunga. Sebelum diantar ke rumah korban, korban terlebih dahulu dibawa ke RSUD Hendrikus Fernandez  Larantuka untuk dilakukan Visum.

Terkait riwayat aktivitas mancing korban,cs tersebut, Komandan Pos Polairud Mobile Flores Timur itu menerangkan, rombongan korban bergerak dari Larantuka menuju perairan Lewobung pada pukul 12.30 Wita. Tiba di Lewobunga sekitar pukul 13.30 Wita dan korban bersama ketiga saksi tersebut langsung turun ke laut (pasang surut) dengan posisi korban dan saksi 1 di arah Timur sedangkan Saksi 2 dan 3 d isebelah Barat, dengan jarak antara korban dan Saksi 2 dan 3 sekitar 250 – 300 Meter.

Sekitar pukul 18.00 Wita, korban berjalan menuju ke saksi 2 dan 3 untuk meminta mata kail, dan bergerak ke arah barat di samping Saksi 2 dan 3 dengan jarak sekitar 90 – 100 Meter. Pada pukul 19.00 Wita saksi 3 mengajak  korban dan kedua adiknya itu untuk pulang dengan memberi isyarat menggunakan senter. Setelah tiba di pinggir pantai ternyata korban belum ada. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment