Impor 3,5 Kilo Sabu dari Ghana, Penghuni Lapas Kerobokan  Ini Terancam Hukuman Mati

Terdakwa Soenartono Rachmanto alias Onny bersama kuasa hukumnya Agus Suparman usai menjalani sidang. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria bernama Soenartono Rachmanto alias Onny (43) yang masih mendekam dama LP Kerobokan, Selasa (09/10) kembali didudukan di kusri psakitan PN Denpasar karena duduga telibat jaringan pengedar Narkotika.

Dalam sidang pimpinan IGN. Partha Bhargawa itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan beberapa saksi yang diantara saksi dari Mabes Polri yang melakukan pengembangan hingga ditangkapnya terdakwa.

Sempat terjadi perdebatan antara saksi dari Mabes Polri dengan kauasa hukum terdakwa, Agus Suparman terkait kepelikan barang bukti sabu sebarat 3.6812 gram.

Agus Suparman menanyakan dari mana saksi mengetahui bahwa barang ini adalah milik terdakwa mengingat terdakwa sendiri saat kejadian masih berada dalam Lapas. Saksi menjawab mengetahui barang bukti itu milik terdakwa setelah melakukan penangkapan terhadap saksi AA Gede Rai. “Saksi AA Gede Rai adalah orang suruhan terdakwa,” ujar saksi Polisi.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan JPU Edy dan Tumpal Eben Ezer mengungkap, sebelum dilakukan penangkapan terhadap terdakwa, pada tanggal 10 April 2018 pukul 21.00 Wita terdakwa terlebih dahulu dihubungi oleh orang yang bernama Bo (DPO).

Bo, saat itu meminta terdakwa untuk mengambil paket yang dikirim dari Accra (Ghana) milik Bo yang katanya berisikan pakaian wanita dan anak-anak serta Narkotika jenis sabu dan terdakwa pun menyanggupinya.

Tapi karena terdakwa masih berada dalam penjara terdakwa meminta saksi AA Gede Rai untuk mengambil paket milik Bo di Ekspedisi UPS Jalan Pulau Moyo, Denpasar. Namun sebelum mengambil paket tersebut, AA Gede Rai diminta untuk pergi ke daerah taman pancing.

Di taman pancing, saksi bertemu dengan seseorang dan meminta uang Rp 200 ribu untuk biaya pengambilan paket di UPS itu. Kemudian, sesuai arahan terdakwa, saksi mengambil paket milik Bo di UPS Jalan Pulau Moyo dan dikenakan biaya pengambilan sebsar Rp200 ribu.

Selah saksi mengambil paket yang ditujukan kapada Made Ari, saksi langsung diamankan polisi yang sebelunya sudah mengamati paket itu saat tiba di Jakarta. Dari penangkapan saksi AA Gede Rai inilah terungkap bahwa saksi mengambil paket berupa tas koper yang setelah dibuka berisikan Narkotika jenis sabu adalah atas perintah terdakwa.

Atas pebuatan ini, terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika pada dakwaan primair dan Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika pada dakwaab subsidair juga Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayay (1) UU Narkotika pada dakwaan lebih subsidair.(pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment