Dari Nusa Solor, Sanggar Geleda Watonerin Gaungkan Spirit Kebersatuan dan Kepemimpinan Sejati

Sanggar Geleda Watonerin asal desa Balaweling I, Kecamatan Solor Barat-Flores Timur, dalam pentas di acara Pembukaan HUT Sumpah Pemuda ke-90 Tingkat Kecamatan Solor Barat dan Promosi Obyek Wisata Pantai Riangsunge, Senin, 1 Oktober 2018. Foto: BNN/Emnir.

SolorBarat/BaliNewsNewswork-Tampil dengan kekhasan mereka, grup musik tradisional Geleda Watonerin asal desa Balaweling 1, Kecamatan Solor Barat-Flores Timur, NTT  yang beranggotakan dominan para lansia, senantiasa menggaungkan spirit kebersatuan atau kebersamaan dan spirit kepemimpinan sejati.

Selain menegaskan keberadaan mereka bahwa mereka pun ada, ada dalam  sebuah paguyuban musik tradisional bernama Sanggar Geleda Watonerin dalam lagu berjudul Sanggar Geleda Watonerin, barisan Frans Hayon Ama Niron,Blasius Pusi Niron, Geradus G Hayon, Dominikus Keban Opun Sogen, Agus Pongkor, Paulus Pati Moron, Valentinus Niron, Yos Hayon, dan Bartolomeus Sani Sawun pun menggaungkan ajakan penghuni lewo atau daerah untuk bersama-sama membangun lewo (daerah) dengan hati riang, tanpa sungut, tanpa gerutu.

“Ini kami, kami ada dengan keberadaan kami Sanggar Geleda Watonerin. Lagu berjudul Sanggar Geleda Watonerin selalu kami nyanyikan di pembukaaan setelah mars dengan tujuan menyampaiakn kepada publik  tentang identitas kami, tentang kami yang adalah Sanggar Geleda Watonerin itu. Lagu itu berisikan juga ajakan kepada ribu ratu untuk selalu meramaikan kampung halaman.Dalam konteks pembangunan, lagu ini mengajak semua warga (semua usia) untuk selalu bersama-sama dengan riang gembira membangun kampung halamannya. Spirit gotong royong  yang bersemangat,” urai Geradus G.Hayon kepada Balinewsnetwork.com-usai meramaikan acara Pembukaan HUT Sumpah Pemuda Tingkat Kecamatan Solor Barat dan Gerakan Promosi Obyek Wisata Pantai Riangsunge di Riangsunge-Ritaebang Senin, 1 Oktober 2018.

Tak sekedar mengajak ribu ratu untuk selalu  bersemangat membangun, Sanggar Geleda Watonerin pun menggaungkan konsistensi pemimpin. Lewat lagu Rae-Rae Raja Lima, mereka menitip pesan bahkan menuntut kepada pemimpin disetiap tingkatan untuk tetap teguh pada prinsip utama pelayanan. Komitmen dan konsistensi seorang pemimpin harus tetap terjaga, tidak dilacuri oleh dusta dibalik setiap pernyataan ataupun kehadirannya. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment