Terjerat Kasus Narkoba, Sepasang Kekasih Gagal Nikah

Sepasang kekasih ini gagal menikah karena terjerat kasus narkoba. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sepasang kekasih, Wahyudi Alexi (25) dan Siswati (23) yang tinggal serumah namun belum minkah, akhirnya harus menunda niatnya untuk berumah tangga.

Pasalnya, kedua sejoli yang tinggal Jalan Buana Raya No. 43, Padangsambian ini harus berhadapan dengan majelis hakim PN Denpasar karena terlibat jaringan peredaran Narkotika. Keduanya ditangkap karena manjadi perantara dalam jual-beli Narkotika.

Sidang yang dipimpin Hakim IA. Adnya Dewi masih dengan agenda pembacaan dakwan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya. Dalam dakwaan dipaparkan, kedua terdakwa ditangkap pada tanggal 6 Juli 2018 pukul 14;30 Wita di depan warung Nasi Tempong Jalan Buana Raya.

Sebelum ditangkap, Polisi melihat kedua terdakwa sedang duduk diatas motor dengan gelagat yang mencurigakan. Atas hal itu polisi langsung mendekati dan saat itu pula dihadapan saksi umum langsung dilakukan penggeledahan.

Hasil penggeledahan terhadap dua terdakwa, Polisi menemukan satu buah potongan pipet yang berisikan plastik klip bening yang didalamnya bersi sabu-sabu seberat 0,3 gram.

“Dari tangan terdakwa Wahyudi Alexi Polisi juga berhasil mengamankan sabu seberat 0,17 gram yang disimpan dalam sebuah pipet warna kuning,” ungkap jaksa Kejati Bali ini.

Atas temuan itu lalu dilakukan penggeledahan lanjutan ditempat tinggal terdakwa. Hasilnya, Polisi kembali mengamankan sabu seberat 0,27 gram yang disimpan dalam lemari, sabu ini diketahui adalah milik terdakwa Siswati.

Kepada petugas, kedua terdakwa mengaku barang bukti yang ditemukan dari tangan terdakwa Wahyudi didapat dari orang yang bernama Kris yang saat ini mendekam dalam Lapas Kerobokan.

Sedangkan yang ditemukan didalam lemari yang diakui milik terdakwa Siswati didapat dari orang yang bernama Eko Heri Darmawan alias alias Pak Tut.

Nah, sebelum kedua terdakwa ditangkap, terdakwa Wahyudi dihubungi oleh Anak Agung Kompyang Jaya Wiratama alias Gungtra (terdakwa dalam berkas terpisah), Gungtra menghubungi terdakwa dengan maksud memesan sabu sebanyak 1F.

Atas pesanan itu terdakwa Wahyudi meminta terdakwa Siswati menghubungi Kris dan menanyakan apakah ada barang (sabu) seberat 1F yang dijawab Kris hanya ada 03 dan 02.

Setelah itu, terdakwa Wahyudi menghubungi Gungtra dan mengatakan adanya hanya 03 dan 02. “Gungtra mengiyakan dan selanjutnya terdakwa Wahyudi meminta terdakwa Siswati menghubungi Kris kembali dan mengatakan bahwa Gungtra mau menerima sabu 03 dan 02 saja,” ungkap jaksa.

Selanjutnya kedua terdakwa pergi untuk mengambil sabu pesanan Gungtra yang didapat dari Kris yang diletakan di lahan kosong di dekat lampu merah Lapas Kerobokan.

Singkat cerita, setelah sabu dikuasai kedua terdakwa, terdakwa Wahyudi menghubungi Gungtra dan sepakat untuk bertemu di Jalan Buana Raya depan warung nasi tempong Barokah untuk penyerahan.

Kedua terdakwa akhirnya bergerak menuju lokasi tersebut. Namun saat tiba dilokasi, kedua terdakwa ditangkap petugas polisi dari Polda Bali. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment