Ole-Ole Hari Bae Nagi Perdana untuk Ina Lewo

Wentho Eliando memberikan buku Ole-Ole Hari Bae Nagi, Catatan Jurnalistik di Balik Semana Santa Flores Timur kepada Editor, Vicky Dagomes di malam peluncuran bukunya, Selasa (01/10) bertempat IBC. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Penjualan perdana 5 buah buku Ole-Ole Hari Bae NagiCatatan Jurnalistik di Balik Semana Santa Flores Timur, karya Wentho Eliando, wartawan Harian Umum Flores Pos (Kabiro FP Flotim)  di acara launching buku tersebut, Selasa, 2 Oktober 2018, pukul 21.00 Wita, didonasikan penulis kepada Nara Teater yang akan mementaskan teater Ina Lewo di Graha Bahkti, Taman Ismail Marzuki Jakarta 13 Oktober 2018 mendatang.

Bertempat di cafe Ini Bukan Cafe (IBC) Taman Kota Larantuka, Alex Ofong,S.Fil  menjadi orang kedua  mengikuti Natalia Andhisty yang membeli lelang istimewah tersebut. Tergerak hatinya akan kepedulian si penulis Ole-Ole Hari Bae Nagi terhadap Ina Lewo go to Jakarta, Alex Ofong sang pegiat literasi  NTT tersebut memborong dua buku  mengikuti harga pasar launhing, Rp2.500.000/buku. Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli pun menyelesaikan sisanya.

Wentho Eliando dalam seremonial penyerahan ke-5 buku ‘istimewah’ itu kepada sang kreator Nara Teater ,Silvester Hurint  memberi pesan  menjadikan rahmat yang diperoleh dari ke-5 buku Ole-Ole Hari Bae Nagi  untuk mengharumkan nama Flores Timur di pentas nasional.

“Saya memberikan ini dari ketidakpunyaan saya.Saya percaya,Nara Teater pun bisa mengharumkan nama Flores Timur di Jakarta sama seperti saya membawa Flores Timur lewat Ole-Ole Hari Bae Nagi ini ke Jakarta,” pesan Wentho Alinadu yang mengharukan pegiat seni budaya,dan teater Flotim itu.

Launching perdana buku berjudul Ole-Ole Hari Bae Nagi,Catatan Jurnalistik dibalik Semana Santa Flores Timur dimeriahkan oleh sanggar musik tradisional  Santa Vincentia Larantuka, Nara Teater dan kelompok Hiphop Lewoleba. Keindahan lukisan hasil karya putra Stenly Tukan yang dipajangkan pada dinding  IBC, mempercantik suasana di malam peluncuran perdana buku  full colour tersebut. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment