Riangsunge, Surga Sentuhan TANPAR

Pantai  Riangsunge, Kecamatan Solor Barat-FLores Timur. Foto: BNN/Emnir.

SolorBarat/BaliNewsNetwork-Riangsunge, sebuah kampung kecil di Kelurahan Ritaebang, Solor Barat-Flores Timur, memiliki pantai yang asyik dipandang. Bentangan pasir putih yang memanjang menghiasi kampung itu, lalu melengkung di wilayah timur dan baratnya, mempercantik pantai dikampung 22 kepala Keluarga  tersebut. Tambah lagi, gelombang yang bergerak susul menyusul, kejar-mengejar menjadikan pantai Riangsunge surga di negeri berbatu.

Pantai Riangsunge sendiri sempat mendunia di era kepemimpinan Bupati Hengki Mukin (1992-1993).Di setiap hari Minggu,ratusan wisatawan manca negara menjejalkan kakinya di pantai Riangsunge.Dan Riangsunge pun masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Flores Timur. Sayang,aktivitas kunjungan wisman itu pun hilang seiring berakhirnya kepemimpinan Bupati Hengki Mukin.

Sejak saat itu, kampung pariwisata Riangsunge hanyalah menjadi  bahasan forum rapat, tanpa ada tindakan nyata untuk membangunkannya. Tak ada jamahan, walau terbetik ada aliran dana yang dikucurkan dari kas daerah demi pengembangan dan penguatan kampung pariwisata Riangsunge.

Baru di awal  2016, Bripka Agustinus G.Nr, Kapospol Solor Barat bersama Babinsa, Serda Melky Monega membangunkan kesadaran warga Riangsunge untuk menyentuh kembali alam pantai yang nan indah itu. Gayung bersambut, mulailah mereka membersihkan lokasi pantai yang  perna menjadi tempat bernostalgia para wisman tersebut.

Mengawalinya dengan kesadaran,dan semangat untuk membenah kembali, Bripka Agus dan Serda Melky Monega  tanpa ragu membuka dompet  dan bersama warga di dusun Riangsunge melakukan penataan obyek pantai Riangsunge. Bersama beberapa warga yang peduli, pantai Riangsunge yang telah menghutan itu disulap mereka menjadi pantai yang romantis.

Kelompok Tani Pariwisata Riangsunge (TANPAR), demikianlah kedua penggagas itu melekatkan identitas pengelolaan obyek Pariwisata di Kelurahan Ritaebang. Selalu bersama warga TANPAR mereka membersihkan dan melakukan penataan,termasuk membangun  6 lopo beratap alang-alang (ambruk di musim badai 2017 ). Hasil kerja nyata dan kerja keras TANPAR itu lalu diserahkan ke Pemerintah Kelurahan Ritaebang sebagai aset Kelurahan.

Camat Solor Barat,Adrianus Kopong Herin, ketika menjejalkan kakinya di Ritaebang dan Riangsunge pun takjub. Petulangannya mengintari pantai Ritaebang-Riangsunge  membuatnya terpesona akan keindahan yang nampak di sepanjang pantai itu.Bak perawan cantik yang tertidur manis,mendorongnya untuk membangunkan kesadaran akan pentingnnya potensi-potensi alam pemberian  Si Causa Prima. Terjadilah momen HUT Sumpah Pemuda ke-90 lalu teracik untuk mempersatukan kebersamaan pemerintah baik desa/kelurahan ,maupun orang muda dalam kebersamaan membangun pariwisata di Solor Barat. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment