Kasus Ayah Hamili Anak Kandung di Postoh-Flotim, Istri  Alirkan Kasih Ibu

Ilustrasi. Foto: BNN/ist.

Larantuka/BaliNewsNetwork-“Sakit.. Sakit sekali…!” Demikian N (32), warga kelurahan Postoh, Kecamatan Larantuka, Flores Timur, mengisahkan riwayat penderitaannya di Kamis, (20/09) usai menemani putrinya NRA (14) menjalani pemeriksaan labor pada Puskesmas Oka. Di luar dugaan N, pembawaan mual-mual yang diikuti dengan erangan kesakitan pada area dada oleh putri keduannya NRA, ternyata bukan kerena ma’ag sebagaimana yang dikiranya. NRA berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut ternyata positip hamil!

Pengenalan N terhadap putrinya NRA yang jarang sekali tinggalkan rumah, membuatnya ragu akan hasil olah laboratorium itu. Dengan tanya yang terjawab NRA tidak mungkin,ibu dan anak itu lalu meninggalkan halaman Puskesmas Oka dan pulang ke rumah. Masih belum mempercayai kenyataan kehamilan putrinya yang telah berusia 13 minggu itu, N dengan penuh keibuan terus menanyai anaknya setibanya di kediaman mereka.

“Saya sendiri pada dasarnya tidak percaya dengan hasil yang disampaikan ibu bidan kepada saya dan anak saya. Saya sangat kenal dengan kebiasaan anak saya ini.Dia tidak pernah pesiar jauh. Bermain sehari-hari pun palingan di rumah bibinya yang berdekatan dengan rumah kami. Kog hamil? Pertanyaannnya hamil dengan siapa? Saya terus membujuknya untuk mengungkapkan dengan jujur, hamil dengan siapa, tetapi anak saya itu tetap menjawab tidak mungkin dirinya hamil. Saya lalu memilih untuk membiarkan sejenak,tidak lagi menanyakan soal kehamilannya. Namun, tiba-tiba, saya teringat dengan perkataan bibi saya di sebuah kesempatan ngerumpi, kalau seorang anak perempuan pun bisa hamil dengan ayahnya sendiri. Saya lalu langsung menyodorkan pernyataan, “Oa, jangan sampai engko hamil dengan bapa e?” Dia pun langsung menangis dan mengiyakan itu.Saya langsung memeluknya,” tutur N mengisahkan riwayat pengungkapan misteri kehamilan putri keduannya yang barusan beranjak remaja itu kepada Balinewsnetwork.com dikediamannya, Jumat, (28/09).

ilustrasi

Dalam kekagetannya yang luar biasa itu, N, istri  RA dan mama dari ke-4 anak  itu lalu merangkul tubuh si buah hatinya, menyalurkan kasih seorang ibu  pada anaknya, walau hatinya pedih bak tersayat sembilu. Tak mau melihat si buah hatinnya itu  larut dalam penyesalan diri seorang belia yang baru beranjak remaja, N lalu menumpahkan kasih seorang mama, memeluk putrinya yang barusan menamatkan pendidikan tingkat SD itu  dengan penuh kasih sayang seorang ibu. Beban anaknya itu ditransferkan ke hatinya dan menjadikan itu sebagai beban dirinya.

N, sembari menyeka air matanya, mengaku sangat terpukul dengan kondisi yang dialaminya itu. Dirinya mengalami sebuah pergolakan batin yang sangat tragis di usia perkawinan mereka yang ke-14 tahun. Sembari menenangkan dan menguatkan si buah hatinya, N lalu melaporkan kenyataan pahit yang sedang menimpa keluarganya itu kepada sanak saudaranya hingga RA, sopir bus Glorya, rute Larantuka-Maumere itu pun dibekuk tim Polres Flotim. RA kini meringkuk dalam sel Pores Flotim untuk menjalani pemeriksaan.

“Dia bukan suami,dan bukan bapak bagi anak-anak. Tapi dia adalah binatang. Semoga hukum mengganjarinya seberat-beratnya, bila perlu hukuman mati. Terlalu sadis, anak kandung sendiri pun diperlakukan seperti itu. Sakit…! Sakit sekali, Pak!,” ucapnya dengan suara terbata-bata. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment