Genjot Kemauan, Pius Payong Dandani Kehidupan Pada Akar Kayu

Pius Payong Ata, pegiat seni ukir akar kayu, asal desa Kolimasan, Adonara. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Mengawalinya dari suka menjadikan yang tak berbentuk menjadi bentuk seni, Pius Payong Ata lalu menggenjot kemauan diri, dan menekuni dunia ukir kayu. Sekedar iseng dikala waktu luang, petani asal desa Kolimasan, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur itu lalu menghadirkan cerita kehidupan pada seluruh sisi akar-akar kayu maupun potongan-potongan kayu.

Sebagaimana yang terlihat di stand TTG Tingkat Kabupaten Flores Timur, Jumat, (27/09) Pius Payong memamerkan hasil karya ukirnya dalam ragam cerita kehidupan. Ada ukiran mata rantai makanan pada akar kayu cendana yang menceritakan tentang hukum rimba. Ada pula meja akar yang di ukirnya dengan menampilkan cerita tentang dunia laut. Dan masih banyak lagi hasil karya ukirnya, termasuk gelang yang terbuat dari tanduk kambing.

Sayang, seluruh karya seni yang dihasilkan Pius Payong  dari ketekunan menggenjot kemauan dan mengasah keuletannya itu masih terkendala pada arena promosi dan pemasaran.

“Saya memang kesulitan dipemasarannya.Ini arena perdana saya memamerkan hasil karya saya ini. Terima kasih kepada pihak Dinas BPM yang telah menyertakan saya di acara TTG ini. Soal harganya? Sangat fleksibel, tergantung dari siapa yang memesan atau yang membelinya. Harga kemanusiaan yang penuh timbang rasa!,” begitulah Pius Payong dalam gaya candanya. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment