Mimpi Bupati Flotim di Festival Seni Budaya Nubun Tawa

Larantuka/BaliNewsNetwork-Sembilan hari lagi ,Lewolema akan menjadi pusat pandang warga Flores Timur. Berbagai atraksi budaya dari komunitas Lewolema dan berbagai daerah di Flores Timur akan dipentaskan dalam rangkaian acara Festival Budaya Tingkat Kabupaten Flores Timur bernama Festival Seni Budaya Nubun Tawa. Tak ketinggalan,pegiat seni  dan budaya Nasional  pun akan  meramaikan Festival Nubun Tawa, Lewolema. Persiapan menuju hari pelaksanaannya pun semakin sempurna.

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon bahkan turun langung memantau persiapan menuju acara pembukaan  tanggal 5 Oktober 2018 mendatang. Tak sekedar memantau persiapan menuju hari H pelaksanaan kegiatan tersebut, Bupati Anton Hadjon pun mengungkapkan mimpi-mimpi besarnya sehubungan dengan festival seni dan budaya itu.

Selain mengangkat kembali budaya Lewolema dan budaya Lamaholot di Flotim, Festival Seni Budaya Tingkat Kabupaten Tahun 2018 yang dilaksanakan di Kecamatan Lewolema (5-7 Oktober 2018) itu merupakan  momen untuk mendekatkan kembali atau membiasakan  orang-orang muda Flores Timur umumnya dan Lewolema khususnya untuk kembali mengenal budaya, mengenal atraksi-atraksi budaya, dan mengenal kehidupan masyarakat Lewolema dan Lamaholot Flotim.

“Tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak hal yang menjadi tradisi masyarakat itu tergerus dari hari ke hari, dari tahun ke tahun ke tahun dengan berbagai perubahannya. Banyak orang muda kita pada saat ini sudah tidak tau apa yang dilaksanakan pada saat lampau,sudah tidak tau  apa saja nilai-nilai yang ada dalam budaya-budaya  kita. Jadi tujuan pertama Festival Nubun Tawa ini adalah mendekatkan kembali apa yang kita miliki,bagi orang muda penerus bangsa ini dan daerah ini,” tandas Bupati Anton Hadjon mengungkapkan mimpinya.

Karena festival seni dan budaya adalah sarana  memperkenalkan kembali kehidupan, maka mimpi Bupati Hadjon berikutnya adalah menyaksikan keterlibatan aktif masyarakat dalam pelaksanaan festival tersebut. Bagi suami Rina Hayon Hadjon itu,festival akan terasa hidup kalau masyarakat terlibat aktif. Oleh karena itu kedatangannya di desa Bantala di moment gladiresik tersebut adalah untuk memantau keterlibatan masyarakat.

“Ini penting! Saya selalu ingatkan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan bahwa festival itu akan hidup dan berjalan baik, kalau ada keterlibatan penuh dari masyarakatnya. Festival ini akan terasa hidup kalau seluruh masyarakat terlibat. Dan hari ini saya datang ke sini untuk melihat keterlibatan. Festival seni budaya tidak akan bermakna kalau masyarakat pemiliknya tidak melaksanakannya sendiri. Ketika masyarakat pemilik budaya,pemilik atraksi terlibat penuh atau melaksanakannya secara aktif maka festival itu akan nampak hidupnya. Dia akan punya nilai. Kita berharap festival seni budaya Nubun Tawa ini festival tetap tahunan di Kabupaten Flotim ini,” ujar Bupati Anton mengungkapkan mimpi besarnya.

Demikianpun dalam hal  peran pemerintah, Bupati Anton Hadjon mengimpikan  untuk mengurangi peran pemerintah dalam kegiatan festival seni budaya tahunan itu.Bagi Bupati Anton Hadjon, masyarakat harus mengambil alih peran pemerintah, sebagai pelaku aktif. Sembari mencontohkan takjubnya akan peranan aktif masyarakat desa Wulublong, Solor Timur dalam Festival Kampung Taan Tou-Lage Ae, Niku Kola, belum lama ini, peranan masyarakat secara penuh berdampak pada penghematan anggaran.

“Festival Kampung Taan Tou -Lage Ae Niku Kola  yang dilaksanakan masyarakat desa Wulublolong, menelan anggaran hanya Rp 6.000.000. Pemerintah Desa hanya mengeluarkan anggaran 6 juta, namun luar biasa. Masyarakat, baik tua, orang muda, dan anak-anak berperan penuh. Dan karena semua berperan,maka ada penghematan di dalamnnya,” ungkap Bupati Anton merindukan kondisi itu di suatu hari nanti  seraya menambahkan, pelaksanaan Festival Seni Budaya Tingkat Kabupaten harus roling. Karena di tahun ini terjadi di Kecamatan Lewolema, mewakili Flores Timur Daratan, maka di tahun berikutnya dilaksanakan di pulau Adonara dan selanjutnya di pulau Solor. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment