Terbukti Edarkan Sabu, Giant Divonis 8 Tahun Penjara

Terdakwa Nyoman Juni Artana alias Giant nampak masih bisa tersenyum meski diganjar hukuman 8 tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Nyoman Juni Artana alias Giant, yang menjadi terdakwa dalam kasus Narkotika, Senin (24/09) divonis 8 tahun penjara. Dalam sidang, majelis hakim pimpinan Ni Made Purnami menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Yaitu menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama.

“Terdakwa terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, membeli, menjual, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I,” sebut Hakim Purnami dalam putusnya.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menghukum terdakwa I Nyoman Juni Antara alias Giant dengan pidana penjara selama 8 tahun,” tegas Hakim dihadapan Jaksa I Wayan Sutarta.

Selain menghukum dengan pidana penjara, majelis hakim juga menghukum terdakwa untuk membayar denda Rp 1 miliar. “Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 4 bulan,” pungkas Hakim.

Putusan hakim ini lebih rendah 3 tahun dari tuntutan Jaksa. Pada sidang sebelumnya, jaksa Kejati Bali itu menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun.

Seperti diberitakan sebelumya, terdakwa I Nyoman Juni Artana alias Giant yang tinggal di Jalan Uluwatu I No, 37 Jimbaran itu ditangkap pada hari Senin (22/01) lalu sekira pukul 13:00 Wita di dirumahnya.

Penangkapan terdakwa berawal dari adanya laporan masyarakat kepada pihak BNN P Bali yang menyebut bahwa di daerah dimbarang sangat mudah mendapatkan Narkotika jenis sabu.

Atas laporan itu, petugas dari BNN P Bali langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya petugas berhasil menangkap terdakwa di rumahnya dan langsumg dilakukan penggeledahan.

Dari penggeledahan itu petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 11 plastik klip yang didalamnya terdapat kristal bening yang diduga sabu sabu. Selain itu petugas juga berhasil mengamankan empat buah pipet yang sudah dimodifikasi juga satu buah timbangan elektrik.

Selain itu petugas juga menemukan barang bukti urang senilai Rp 1.200.000 ribu yang disimpan dalam tas punggang warna hitang yang bertulis korlap salah satu ormas di Bali.

Kepada petugas, terdakwa mengaku barang bukti berupa 11 plastik klip sabu itu adalah miliknya yang didapat dengan cara membeli dari orang yang berada di LP Kerobokan bernama Kepprak.

Kepada petugas terdakwa juga mengaku, setelah mendapatkan sabu dari Kepprak, terdakwa kemudian memcah menjadi 17 paket. 5 paket diserahkan kepada I Wayan Sudiarta (terdakwa dalam berkas terpisah) untuk dijual.

“Sedangkan 1 paket lagi juga diserahkan I Wayan Sudiarta secara cuma-cuma,” ungkap jaksa Kejati Bali itu. Dai 5 paket yang diserahkan kepada I Wayan Sudirata itu, 4 paket telah terjual.

Dan dari 4 paket tersebut, 1 paket diantaranya dibeli oleh I Ketut Sukarada (terdakwa dalam berkas terpisah) seharga Rp 1,5 juta. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment