Nasib Demokrat dan PAN Flotim Ditentukan Dalam Rapat Pleno KPU Flotim

Juru bicara KPU Kabupaten Flores Timur,Kornelis Abon. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Keterlambatan Partai Demokrat Flores Timur memasukan dokumen Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) ke KPU Kabupaten Flores Timur di hari terakhir,Minggu 23 September 2018 pukul 18.02 Wita  dan Partai Amanat Nasional (PAN ) pada pukul 18.20 Wita, menjadi sandungan bagi kedua partai tersebut.Akankah ketegasan Peraturan KPU Nomor 24 dan Peraturan KPU Perubahan nomor 29 pasal 38 ayat 8 dan pasal 67 ayat 1,mampu mengeluarkan kedua partai tersebut dari keikutsertaan mereka di laga pemilihan legislatif pada Rabu, 17 April 2019 mendatang ?

Komisioner KPU Kabupaten Flores Timur dalam rapat pleno,Minggu 23 September 2018  usai menutup waktu memasukan dokumen LADK sebagaimana batasan waktu di hari terkahir itu (pukul 18.00) langsung menggelar rapat pleno dan memutuskan menolak menerima LADK  dari Partai Demokrat dan PAN.Namun karena ruang klarifikasi pun diatur dalam PKPU maka pada Senin, 24 September 2018, kedua partai tersebut dihadapan Komisioner KPU Flotim dan disaksikan anggota Bawaslu Flotim, melakukan klarifikasi atas keterlambatan mereka memasukan LADK tersebut.

Juru bicara KPU Kabupaten Flores Timur,Kornelis Abon yang dikonfirmasi Balinewsnetwork.com di ruang kerjanya, usai mengikuti klarifikasi PAN dan Partai Demokrat, Senin,24 September 2018 mengungkapkan seperti apa keputusan KPU Flotim terhadap nasib kedua partai tersebut, akan ditentukan dalam rapat pleno KPU Flotim.

“Entah sebentar, atau pun besok,kami akan gelar rapat pleno KPU Flotim untuk  menentukan sikap KPU Flotim terhadap keterlambatan PAN dan Demokrat dalam memasukan dokumen LADK.Kami barusan selesai  mengikuti klarifikasi kedua partai tersebut melalui masing-masing pimpinan partai.Untuk Demokrat dalam rapat klarifikasi tadi mereka menyampaikan ada dua hal  penyebab keterlambatan mereka yakni pertama terkait masalah teknis, memang mereka terlambat,dan alasan kedua  berkaitan dengan aplikasi dana kampanye sebagai alat bantu untuk pelaporan dana kampanye ini.Sedangkan dari PAN PAN mengakui memang mereka terlambat  karena persoalan teknis,perjalanan operator atau petugas yang ditunjuk untuk menyampaiakan LADK ke KPU bergerak dari sekretariat  petang atau sebelum pukul 18.00 Wita, namun karena berhadapan dengan kemacetan dalam perjalanannya itu,yang bersangkutan akhirnya tiba di KPU pukul 18.20 menit saat dimana kami sudah closing dan kami Komisoner sedang lakukan rapat pleno untuk memutuskan menolak menerima LADK dari Demokrat dan PAN,” jelas Kornelis Abon  dengan menegaskan keputusan menolak menerima LADK kedua partai tersebut adalah keputusan yang sangat tepat berdasarkan peraturan yang  berlaku.

Lantas ke arah mana sikap KPU Flotim pasca mengikuti klarifikasi PAN dan Demokrat  itu? Juru bicara KPU Kabupaten Flores Timur sembari meminta insan media untuk bersabar menanti keputusan yang bakal diambil dalam rapat pleno, Kornelis Abon menegaskan, pihaknya tetap berjalan pada pedoman aturan yang berlaku baik UU Nomor 7 Tahun 2017, maupun sejumlah regulasi dalam PKPU. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment