Wabup Flotim Memotivasi Mahasiwa IKTL Dengan Riwayat Susahnya

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, memberikan kuliah umum pada Civitas Akademika IKTL, Jumat (21/09). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewNetwork-Kisah perjuangan dirinya  melawan kesengsaraan hidup, dikisahkan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus payong Boli, SH secara lugas ketika membawakan materi  Who am I (Siapakah Saya) dalam Kuliah Umum Tahun Akademik 2018/2019 yang diselenggarakan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL), Jumat, 21 September 2018.

Menghantar seluruh warga kampus IKTL dalam pergumulan  tema   besar IKTL Menuju Generasi yang Cerdas, Inovatif dan Berkarakter dalam kaitannya dengan Kebijakan Pemerintah Daerah dalam pemberdayaan Orang Muda Flores Timur di bidang Pendidikan, Wabup Agus Boli nampak bersemangat merangsang warga Vinsensius  Crispinus Lemba, S.Fil, M.Pd  dengan dasar pijak pengenalan diri.

“Pengenalan terhadap diri, latar belakang keluarga, harus menjadi pijakan utama untuk kita melangkah. Baik sebagai mahasiswa, para dosen dan pegawai, maupun secara kelembagaan, pengenalan akan keberadaan diri memampukan kita untuk bergerak maju dan menjadi berguna untuk diri sendiri dan untuk banyak orang,” tandas Agustinus payong Boli.

Terlahir dari keluarga petani susah, dengan kondisi kedua orang tuanya yang buta huruf total, tidak menyurutkan semangat seorang Agustinus Payong Boli untuk mengenyam pendidikan. Menyadari sungguh akan kesusahan kedua orang tuanya menghidupi ke-11 anak, Agus Boli kecil telah berusaha untuk mencari uang hanya untuk membantu kedua orang tuanya mengamankan biaya pendidikan mereka.

“Meluangkan waktu sepulang sekolah dengan pilih kemiri dan kelapa membantu saya menamatkan pendidikan tingkat SD dan SMP.Kepasrahan orang tua setelah saya menamatkan SMP, tidak membuat saya menyerah. Saya harus sekolah!  Dan ketika di SMA PGRI Larantuka, saya bersyukur mendapatkan pemilik kost yang membebaskan biaya kost dengan menugaskan saya urus babi. Saya juga mencari uang dengan menjual koran. Setelah tamat SMA, disitulah saya mengalami kepasrahan total bapa dan mama saya. Saya lalu hijrah ke Malaysia sebagai TKI, bekerja hanya untuk mengumpulkan uang untuk kuliah,” urai Wabup Agustinus Payong Boli, mengisahkan perjuangannya melawan kesengsaraan hidup di tanau rantau, dari Nunukan ke Tawawu, Lahdatu hingga ke Papar-Kinabalu sebagai seorang pekerja kayu Balak.

Menyadari akan keberadaan dirinya yang berasal dari keluarga yang serba susah, serta menyadari akan potensi yang ada dalam dirinya, terus memacu semangatnya untuk keluar dari kemelut itu. Bermodalkan uang hasil kerja kulinya di Malaysia itu, dirinya lalu melanjutkan pendidikan di Universitas Cendana Kupang pada Fakutas Hukum, walau sebelumnya dirinya lulus tes pada Universitas Indonesia. Bayangan akan kegetiran hidup kedua orangtuanya dengan ke-10 saudaranya di dusun Waihelan, Bukit Seburi, Adonara Barat terus memompa daya juanganya untuk belajar dan belajar, menambah wawasan sebanyak-banyaknya. Alhasil, kerja keras dan daya juangnya itu, berbagai prestasi diraihnya, baik menjuarai perlombaan Karya Ilmiah Tingkat Nasional, maupun lulus kuliah dengan predikat Summa Cum Laude.

Berbagai karir pasca dirinya menamatkan pendidikan di Perguruan Tinggi pun digelutinya dengan  tetap menyadari dirinya yang berasal dari keluarga petani yang teramat susah. Nilai-nilai pendididkan yang di perolehnya dari dalam keluarga, lembaga pendidikan senantiasa dijalankan dengan penuh kesadaran. Tuhanlah yang mengendalikan semuanya itu, demikianlah Agus Payong Boli  yang senantiasa berpegang teguh pada iman dan Kepercayaannya akan Kemurahan Tuhan itu lalu meninggalkan profesi dosen dan lawyer dan masuk dalam dunia politik.

Realitas keterbelakangan kampung halamannya, membakarkan semangat dirinya untuk bertarung dalam Pemilu Legislatif 2009-2014. Walau agak ketar-ketir karena keterbatasan uang dan harus melawan 5 petarung incumbent dari dapilnya, aneka ilmu pengetahuan dan pengalaman intra dan ekstra kampus yang telah diperolehnya, dipadukannya dengan kerja tim suksesnya. Alhasil, dukungan masyarakat, memenangkan dia dan AB pun tercatat sebagai anggota DPRD termuda di NTT. Menjalankan kerja pengabdian dengan semangat Kristianitas penuh, membuat APB kembali terpilih sebagai anggota DPRD Flores Timur periode kedua, 2014-2019.

Separuh perjalanan dalam karis sebagai wakil rakyat di periode kedua itu, Agus payong Boli atas restu Partai Politiknya (Gerindra) lalu memberanikan diri bersama Anton Hadjon meninggalkan jabatannya sebagai anggota DPRD untuk bertarung dalam ruang Pemilihan Kepala Daearh Flores Timur. Obsesi memajukan daerah, serta menolong lebih banyak orang termasuk kaum muda, memberanikan dirinya bersama Anton Hadjon untuk meninggalkan secara permanen kursi  wakil rakyat itu. Lagi dan lagi, keberhasilan perjuangan mereka bersama masyarakat, menghantar keduanya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur periode 2017-2022.

“Oleh karena itu hari ini kita bertemu di sini  dalam kapasitas saya sebagai Wakil Bupati. Jadi kesuksesan dapat kita raih dengan menyadari sungguh keberadaan diri kita, keluarga kita, lalu terus belajar dan belajar dalam terang Iman Kepercayaan kita masing-masing. Jangan meratapi kesusahan, tetapi harus berani melawan itu. Cara lawannya adalah dengan belajar, tambah wawasan dengan belajar dan berorganisasi. Nah, sekarang, Saya dan Bupati Anton Hadjon, telah merealisasikan komitmen kami untuk membantu Mahasiswa yang kuliah di Flotim. Gunakan itu untuk membantu kelancaran perkuliahan kalian. Jalankan  sungguh Tri Dharma Perguruan Tinggi itu. Bantulah masyarakat dan Pemerintah Daerah Flores Timur itu dengan kecerdasan intelektual kalian, dengan inovasi kalian serta dengan karakter kalian. Pemerintah Daerah Flotim selalu siap mendukung,” pinta Wabup Agus Boli seraya mengharapkan agar IKTL ke depan bisa berubah menjadi universitas di Flotim. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment