Seniman Jepang Turut Ambil Bagian di Festival Seni Budaya Flores Timur-Nubun Tawa

Komposer Jepang, Yasuhiro Morinaga pun terlibat dalam Festival Seni Budaya Kabupaten Flores Timur-Nubun Tawa. Foto: BNN/doc.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Komposer Jepang, Yasuhiro Morinaga dipastikan turut ambil bagian dalam Festival Seni Budaya Kabupaten Flores Timur–Nubun Tawa, 5-7 Oktober 2018 mendatang. Bersama seniman luar NTT lainya seperti Iwan Dadijono (Seniman Tari), Darlene Litaay (Seniman dan Koreografer Papua) dan Ruth Marini (Seniman Teater Nasional) akan menunjukkan kebolehan mereka sebagai Seniman Tamu Festival Nubun Tawa: Pai Taan Tou tersebut.

Venti Wijayanti dari Garasi Performance Intitute (Teater Garasi) dalam siaran persnya yang diterima Balinewsnetwork.com, Kamis, 20 September 2018 menerangkan bahwa Festival Seni Budaya Nubun Tawa; Pai Taan Tou yang akan menampilkan beragam ekspresi Seni Budaya masyarakat Kabupaten Flores Timur dan kekayaan alam Lewolema, serta pertunjukan seni dari komunitas-komunitas seni Flotim,kegiatan tersebut akan diramaikan juga dengan pertunjukan seni dari beberapa seniman tamu seperti  Iwan Dadijono (Seniman tari),Darlene Litaay (Seniman dan Koreografer Papua), Ruth Marini (SenimanTeater Nasional) dan Yasuhiro Morinaga (Komposer Jepang).

Terkait keterlibatan Garasi Performance Institute dalam Festival Seni Budaya Flores Timur Nubun Tawa ini, Venti menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya tersebut adalah hasil dari guliran pertemuan dan interaksi dengan seniman dan komunitas-komunitas seni Flores Timur.

“Di awal Tahun 2017,Teater Garasi  (Garasi Performance Institute) memulai sebuah program bernama Antar Ragam  di Madura dan Flores. Antar Ragam adalah inisiatif baru kami dalam menjalin kontak dan pertemuan-pertemuan baru dengan tradisi, kebudayaan  serta seniman dan anak-anak muda di kota-kota di luar (pulau) Jawa, sebagai suatu proses unlearning dan pembelajaran ulang atas (ke) Indonesiaan  dan (ke) Asiaan. Karya dan proyek seni (pertunjukan) yang kemudian tercipta di dalam dan di antar kontak serta pertemuan tersebut, di harapkan bisa melahirkan pengetahuan baru dan narasi narasi alternatif atas kenyataan-kenyataan perubahan dan keanekaragaman sosio-kultural di Indonesia dan Asia,” terang Venti.

Dari kemitraan yang terbangun,dan melalui kontak dan interaksi mereka berupa riset, diskui, workshop, dan residensi, kemudian menggulirkan beberapa peristiwa penciptaan dan interaksi publik yang dilakukan mitra-mitra kami di kedua tempat tersebut, termasuk di Flores Timur ini.

Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Garasi Performance Institute pun mendesain paket pariwisata dalam Festival Nubun Tawa. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment