Terbukti Memperkosa, Mantan Karyawan Hotel Four Season Divonis 2 Tahun Penjara

Terdakwa I Komang Suka Artanadi langsung menerima putusan 2 tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Terdakwa kasus pencabulan dan pemerkosaan, I Komang Suka Artanadi pada sidang, Kamis (20/09) divonis hukuman 2 tahun penjara oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Esthar Okatavi.

Majelis hakim dalam amar putusanya menyatakan, terdakwa yang bekerja di Four Season Hotel itu terbukti bersalah malakukan tindak pidana pencabulan dan pemerkosaan.

Pebuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 285 KUHP dan Pasal 281 ayat (2) Tentang Pemerkosaan dan Pencabolan.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun,” ujar Hakim Esthar Oktavi dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan jaksa dan juga terdakwa.

Vonis hakim ini lebih rendah 1 tahun dari tuntutan jaksa. Dimana pada sidang sebelunya, Jaksa Ni Ketut Muliani menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Meski begitu, atas putusan hakim ini, baik jaksa maupun terdakwa yang didampingi pengacara dari Posbakum langsung menyatakan menerima.

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa terungkap, kasus pemerkosaan ini dilakukan terdakwa pada tanggal 12 Mei 2018 sekira pukul 10:00 Wita bertempat di Agus Rizky Loundy Jalan Trenggana No 98, Denpasar Timur.

Kejadian berawal saat terdakwa datang ke Agus Rizky Loundy Jalan Trenggana No 98, Denpasar Timur dengan maksud mencuci baju. Saat itu terdakwa datang langsung dilayani oleh saksi korban.

Setelah itu terdakwa pulang dan kembali lagi dengan maksud untuk mengambil cucian yang terdakwa titipkan.

Saat itu di tempat Loundy hanya ada terdakwa dan saksi korban Ni Ketut B, sehingga timbul niat terdakwa untuk memperkosa korban.

Modusnya, terdakwa pura-pura meminjam kamar untuk ganti baju. Setelah beberapa menit dalam kamar, terdakwa lalu keluar dengan kondisi resleting celana terbuka sehingga kemaluan terdakwa terlihat dalam keadaan tegang.

Terdakwa lalu menarik paksa tangan saksi korban untuk memegang dan menggerak-gerakan kemaluan terdakwa selama beberapa menit.

Korban yang terus memberontak akhirnya tidak berdaya saat tiba di salah satu ruangan. Terdakwa dengan beringas melucuti pakaian korban dan langsung memperkosanya. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment