Festival Seni Budaya Flores Timur “Nubun Tawa”: Dari Lewolema, Kekayaan Flores Timur Itu Terpancar

Larantuka/BaliNewsNetwork-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur bersama Garasi Performance Institute (Teater Garasi), Komunitas Masyarakat Lewolema dan Komunitas Seni di Flores Timur telah meramu sebuah konsep baru untuk memperkenalkan kekayaan Flores Timur dari aspek seni dan budaya. Terobosan baru yang dilahirkan itu adalah mendesain pelaksanaan festival seni-budaya tingkat Kabupaten Flores Timur  yang sebelumnya hanya menjadi anjang perlombaan antar kecamatan menjadi sebuah festival yang memiliki dampak dan manfaat yang lebih luas lagi yakni menjadi wahana memperkenalkan potensi alam ,budaya dan potensi lainnya yang dimiliki Flotim.

Festival Seni-Budaya Nubun Tawa, demikian nama festival seni-budaya Flores Timur yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 -7 Oktober 2018 di Kecamatan Lewolema. Dari Lewolema, kekayaan Flores Timur di bidang seni dan budaya itu dipancarkan meluas ke segala penjuru.

“Festival Seni Budaya Flores Timur Tahun 2018 “Pai Taan Tou’ adalah sebuah format baru, penyegaran dan pengembangan dari festival seni budaya Flores Timur  yang sudah berlangsung sejak 2014. Festival ini diadakan untuk membaca dan menetapkan potensi seni budaya dari 19 kecamatan di Kabupaten Flores Timur.

Perubahan format ini kembali menegaskan bahwa Festival Seni–Budaya Flotim  adalah peristiwa budaya ,sebuah pesta rakyat, sebuah festival berbasis masyarakat yang mampu mengakomodir potensi desa sebagai sebuah lokus hidup masyarakat,” urai Venti Wijayanti dari Garasi Performance Institute kepada Balinewsnetwork.com, Kamis 20 September 2018.

Mengapa Festival Seni-Budaya Flores Timur Tahun 2018 itu bernama Nubun Tawa? Venti dalam penjelasan lanjutannya mengatakan, Nubun Tawa, Festival Seni-Budaya Flores Timur, lahir dari kesadaran akan pentingnya menghidupkan dan menjaga budaya yang menjadi perekat keragaman yang ada di bumi Lamaholot Flotim. Nubun Tawa yang bermakna “lahir atau tumbuhnya generasi muda” adalah spirit sekaligus dukungan terhadap generasi muda agar percaya diri serta memiliki keberanian memungut kembali kepingan-kepingan kebudayaan yang dibiarkan mati selama hampir setengah abad.

Selain itu Festival Seni-Budaya Nubun Tawa  yang bertema-kan Pai Taan Tou  itu oleh Venti diharapkan menjadi gerakan bersama  untuk memajukan diri dan masyarakat, membangun daya  hidup, spirit bekerja dan berkarya,meluaskan dan memperhebat pergaulan lintas budaya dalam ketergantungan produktif  untuk saling menjaga dan merawat kualitas hidup di tengah banalitas ekspresi ,kekerasan dan kosumtivisme.

Sedangkan terilihnya Lewolema sebagai lokus pertama kegiatan festival tersebut dikarekan Lewolema merupakan  salah satu pusat Kebudayaan Lamaholot di masa lalu dan terutama karena represifitas, pelarangan dan pemberangusan kebudayaan di Tahun 1970-an yang mengakibatkan masyarakat setempat kehilangan kepercayaan dalam membangun dan merawat daya hidup serta identitas kolektif-kulturnya. Dari Lewolema, kekayaan Flores Timur dari aspek seni dan budaya serta potensi alam, terpancar ke segala penjuru dunia. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment