Gemar Berbelanja Online? Cuitan Viral Netizen Ini Patut Anda Coba

Penulis: Ni Putu Putri Ayu Wijayanthi

STIKOM Bali

Denpasar/BaliNewsNetwork-Salah satu twitt netizen Indonesia menjadi viral akhir-akhir ini, dimana akun bernama Cepi Aditya (@ACStyles30) menulis tentang pengecekan rekening saat melakukan transaksi online. Kemajuan teknologi saat ini memang membuat transaksi jual-beli online sering menjadi pilihan. Alasannya, jual-beli online diangap lebih praktis. Meskipun memudahkan kosumen, tetapi tidak jarang konsumen juga tertipu oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya yang sering terjadi adalah konsumen telah melakukan pembayaran kepada penjual, tapi barang tidak dikirim. Banyaknya kasus penipuan yang terjadi saat melakukan transaksi online ini, membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) turun tangan. Kementerian Kominfo pun meluncurkan situs CekRekening.id yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko saat bertransaksi elektronik.

Sebenarnya situs ini sudah diluncurkan secara resmi pada tanggan 08 Mei 2017. Namun, karena cuitan salah satu netizen tersebut, mendadak situs ini menjadi viral dan banyak masyarakat yang ikut-ikutan mereview. Untuk Anda yang senang belanja online, berikut review CekRekening.id versi Bisnis Bali.

1. Situs resmi Kominfo Website www.cekrekening.id merupakan situs resmi yang dibuat oleh Kementerian Kominfo. Situs ini digunakan untuk melakukan pengumpulan database rekening bank yang diduga terindikasi tindakan pidana.

2. Fitur cek rekening Situs CekRekening.id mempunyai dua fitur utama, yaitu periksa rekening dan laporkan rekening. Pada fitur cek rekening, pengguna dapat melakukan pengecekan suatu nomor rekening dengan memasukkan nama bank dan nomor rekening yang dimaksud. Hasilnya, rekam jejak nomor rekening tersebut akan muncul. Apabila nomor rekening bermasalah (terindikasi tindak pidana), maka akan muncul laporannya, seperti data pertama dilaporkan, status rekening, dan jumlah laporan. Tangkapan layar hasil pengecekan suatu nomor rekening di situs CekRekeningID Kominfo. Tangkapan layar hasil pengecekan suatu nomor rekening di situs CekRekeningID Kominfo (CekRekeningID). Namun, jika suatu nomor rekening belum pernah terindikasi tindak pidana, maka tidak ada riwayat laporan. Lalu, akan muncul keterangan jika nomor rekening tersebut belum dilaporkan terkait tindak pidana apa pun.

3. Fitur laporkan rekening. Pada fitur ini, pengguna dapat melaporkan nomor rekening yang terindikasi suatu tindak pidana. Nomor rekening yang dilaporkan seperti rekening yang terindikasi kasus penipuan, investasi palsu, narkotika dan obat terlarang, terorisme, serta kejahatan lainnya. Jika pelapor memilih melaporkan suatu nomor rekening secara online, maka dapat dilakukan melalui website ini. Kemudian pengguna memilih fitur laporkan rekening. Pastikan data seperti, nama bank, nomor rekening, nama pemilik rekening, kategori, kronologi, dan bukti penipuan (tangkapan layar percakapan, bukti transfer) benar dan valid. Setelah memasukkan data tersebut, kemudian lakukan verfikasi captcha dan klik submit. Hal di atas harus dapat dipertanggungjawabkan, karena jika data kurang lengkap (tidak adanya bukti), maka tidak dapat diproses. Namun, jika pelapor memilih melaporkan secara offline, pelapor dapat datang langsung ke call center dengan membawa salinan bukti dugaan tindak pidana.

4. Dapat diakses secara umum. Situs ini dapat digunakan siapa pun. Setiap pengguna dapat melakukan pengecekan suatu nomor rekening atau melaporkan nomor rekening yang bermasalah. Hal ini sangat berguna bagi Anda para pecinta belanja secara online. Konsumen dapat melakukan pengecekan suatu nomor rekening sebelum melakukan pembayaran saat bertransaksi elektronik. Pengumpulan database nomor rekening juga dapat dilakukan oleh siapa pun. Dengan demikian, siapa saja dapat melaporkan tindak pidana yang pernah mereka alami, semisal tertipu saat belanja online. Konsumen sudah mentransfer sejumlah uang, namun barang tidak dikirim dan penjual “menghilang”, maka sebaiknya konsumen melaporkan nomor rekening penjual “bodong” tersebut agar tidak ada lagi korban selanjutnya.

Nah, bagi yang menginginkan layanan konsultasi informasi yang lebih lengkap, Anda dapat menghubungi call center yang telah disediakan. Tinggal hubungi nomor (021)384-5786 atau 0822-1010-1112. Selain itu, Anda juga dapat menghubungi lewat e-mail ke alamat cybercrimes@mail.kominfo.go.id.

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment