Ada Empat Putusan Rehab, Kajari Ngaku Tidak Tahu

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Sila Pulungan. Foto: BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Sila Pulungan mengaku belum memgetahui tentang adanya empat putusan rehab terhadap terdakwa kasus Narkotika.

Ini disampaikan Kajari Denpasar disela-sela pemusnahan barang bukti (BB) hasil kejahatan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap di halaman parkir kantor Kejari Denpasar, Kamis (13/09).

Dihadapkan wartawan, pejabat asal Medan ini mengaku belum mendapat laporan dari bawahannya terkait adanya putusan rehabilitasi ini.

“Soal adanya putusan rehabilitasi ini saya belum tahu karena belum ada laporan ke saya,” kata Sila sembari berjanji akan mencari tahu terkait putusan rehab ini.

Saat ditanya apakah dengan adanya putusan rehabilitasi ini jaksa mengajukan banding atau tidak mengingat sebelumnya jaksa menuntut agar terdakwa dipenjara, Sila Pulungan menjawab akan mempelajari dulu apa fakta yang terungkap dalam persidangan.

“Terkait putusan rehabilitasi ini saya kan belum tahu fakta persidangannya seperti apa karena saya belum mendapat laporan. Putusan hakim itu kan ada pertimbangan, jadi pertimbangan itu yang kami lihat apakah akan mengajukan bading atau tidak,” tegasnya.

Selain itu, Sila juga mengingatkan tuntutan hukuman yang diajukan jaksa terkait kasus Narkotika bukan saja dilihat dari besar kecilnya barang bukti. Tapi juga ada faktor lain yang menjadi pertimbangan.

Seperti diketahui, setidaknya ada empat terdakwa yang divonis rehab oleh majelis hakim PN Denpasar. Mereka adalah Bournelly Wibisono, Yan Bram, Hamad Saleh Halabi dan Jushua James Baker. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment