Tenunan Flores Timur, Bercerita Tentang Kehidupan

Duta PKK Kecamatan Larantuka, Yayan Tukan, dalam Perlombaan Busana Desain Busana Kembaran Daerah Kombiasi Tenun Ikat Flores Timur, Jumat (7/9). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Ada hal  menarik yang ditemukan dalam kegiatan Jambore PKK dan Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Flores Timur, Jumat, 7 September 2018, terutama di ruang Pokja III, tempat berlangsungnya perlombaan Desain Busana Kembaran Daerah Kombinasi Tenun Ikat Flores Timur. Tak sekedar para model utusan setiap kecamatan itu memamerkan hasil desain busana kembaran  yang berpadu dengan hasil tenunan khas masing-masing wilayah. Namun lebih dari itu, tenunan Flores Timur ternyata aktif berbicara. Setiap motif  dan warna, padat berisikan pesan.

Duta kecamatan Larantuka, menampilkan model Yayan Tukan dengan mengenakan jenis busana pesta atau busana pengganti pada acara pernikahan hasil paduan tenunan khas Lewolere yang bermotifkan Kepiting. Kepiting adalah binatang yang memiliki banyak tangan. Kepiting itu sendiri tidak bisa berjalan mundur,namun bergerak maju. Dia memiliki cangkang yang kuat.Pesan yang terpancar dari motif Kepiting  itu bagi kaum perempuan adalah seorang perempuan bisa melakukan semua pekerjaan (banyak tangan,serba bisa), kuat, namun tetap lembut sebagaimana eksistensinya.

Model dari Kecamatan Lewolema memadukan labu seluji atau baju bersulang dengan sarung me’a dan pernak-pernik lainnya seperti sisir yang dihiasi dengan bulu ayam,dan manik-manik, anting  (belaon) yang dihiasi dengan benang merah,kalung atau nileng, gelang (kala) selendang atau ikat pinggang met.Ada tiga motif yang tertera pada tenunan khas lewolema itu.Motif pertama adalah kenireng lere, berbentuk perisai (dopi ) melambangkan kepahlawan. Motif kedua adalah kenire lema yang melambangkan Lewolema dan motif ketiga adalah keniren telo sebagai simbol budaya perkawinan lamaholot, tiga tungku atau kne’u telo.

PKK Kecamatan Wotan Ulumado menampilkan desain busana pesta.Ada kedamaian yang terpancar dari corak khas tenunan asli Nusa Tadon Adonara itu.Proses menghasilkan kain tenunan itu menunjukan daya juang, kerja keras, keuletan ina-ina Nusa Tadon Adonara dalam mengelolah hidup dan kehidupannya.Ada suasan damai didalamnya.

PKK Kecamatan Solor Barat menghiasi arena perlombaan itu dengan desain busana yang dikenakan pada acara adat, pesta, dan acara kantoran. Kekhasan motif temodol pada kewatek (sarung) dan rok dengan warnah merah yang mendominasi, mengambarkan keberanian kaum hawa Solor Barat yang gigih mengais rejeki di tanah berbatu.

Rok yang dijahit dibawa lutut, tetap bercahaya, memberi pesan  seorang perempuan Solor Barat yang selalu siap menggelekat dan menggewayan atadiken (pelayan: melayani dengan tulus) terutama  melayani ina ama tuan belake. Gebah atau selendang dan blus kembaran yang dijahit menutup bagian dada, menunjukkan nilai religius, moralitas dan budaya yang tertanam lekat dalam diri seorang perempuan Solor Barat.

Sementara itu, PPK Kecamatan Klubagiolit meragakan busana lepasan rok dan blus.Rok total menggunakan sarung sedangkan blus menggunakan kain yang divariasikan dengan kain sarung pada bagian krah, lengan dan pinggang.Belahan sisi kiri pada rok ,disesuaikan dengan nuansa masa kini tanpa melupakan etika kelamaholotan. Pilihan warnah kuning dan merah tua didasarkan pada pemaknaan warisan leluhur.

Demikian pun halnya pesan atau cerita yang tertutur dari tampilan corak khas tenunan dari kecamatan lainnya yang terpadukan dalam kreasi modifikasi. Inovasi yang lahir mengikuti perkembangan zaman, namun tetap menampilkan keasliannya.

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Jambore PPK dan Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Flores Timur menegaskan kegiatan tersebut bukan sekedar perlombaan untuk mendapatkan kejuaraan, namun lebih dari itu, memacu semangat kerja anggota PKK di setiap tingkatan untuk lebih kreatif dalam mengelolah ekonomi keluarga. Viva PPK Flores Timur, Viva Penenun Lamaholot Flores Timur. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment