Hadiri Pembukaan Festival Seni Kampung Wulublolong, Bupati Flotim Kaget

Atraksi Sepi Sira, di acara penjemputan rombongan Bupati Flores Timur. Foto :BNN/doc.engkyrebon.

Solor/BaliNewsNetwork-Bupati Flores Timur,Antonius Hubertus Gege Hadjon sangat kaget ketika menyaksikan dan mengalami acara penjemputan dirinya bersama Ketua PKK Kabupaten Flotim,Lusia Gege Hadjon ketika menghadiri acara pembukaan Festival Kampung Nubun Baran Wulublolong,kecamatan Solor Timur, Kamis, 30 Agustus 2018.

Ketercengangan  atas deretan kisah yang terpentas dengan balutan seni  di sepanjang jalan penerimaan dirinya dan rombongan itu, pun kembali diungkapkan Bupati Anton Hadjon ketika membawakan sambutannya. Dia mengakui baru mengalami penerimaan yang sangat unik itu di desa Wulublolong sejak dirinya dilantik menjadi Bupati Flores Timur.

“Baru pertama kali di Flores Timur,dan baru pertama kali sejak saya dilantik menjadi Bupati Flores Timur, saya diterima seperti ini. Baru pertama kali terjadi di sini,di desa Wulublolong ini.Sungguh luar biasa ! Saya sungguh dikejutkan ! Saya dikejutkan lagi dengan berbagai atraksi budaya masyarakat disini. Saya harap,Festival ini menjadi even tahunan,” pintanya seraya terus menerus menyampaikan dukungan pemda terhadap kegiatan yang melestarikan tradisi dan budaya warga di desa Wulublolong itu.

Ketika menginjakkan kaki di dermaga Lewokaha, Pukul 16.00 Wita, rombongan Bupati Flores Timur langsung disambut dengan kemerduan musik perkusi persembahan siswa-siswi  SDK Wulublolong .Usai mengikuti ritual penjemputan di gapura penjemputan, rombongan Bupati Anton Hadjon disuguhkan dengan atraksi aktivitas keseharian bersyair hingga tiba di sentra pelaksanaan Festival Seni Kampung.

Bermula dari pementasan kelompok Nana Koli, Ahe Nama, Katane Wata, Bajo Taha, Sepi Sira, dan permainan tradisional seperti Kote dan tarian Nama Ula di sepanjang jalan sampai di pelataran gereja,tempat berlangsungnya Festival bertajuk Lage Ae Niku Kola itu.

Terkesima dengan sajian aktivitas keseharian masyarakat  turun temurun  dalam balutan seni sastra khas kampung Wulublolong tersebut,spontan menggerakan Bupati Anton Hadjon dan Ny. Lusia Gege Hadjon untuk terlibat aktif dalam pementasan itu. Bupati Anton Hadjon bahkan menyatukan dirinya dengan  kelompok anak yang sedang bermain Kote. Dan Ny. Lusia Gege Hadjon,menyatukan diri dengan kelompok ibu yang sedang meniti jagung. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment