Impor Bahan Baku Ganja Sintetis, Pria Ini Terancam Hukuman Mati

Terdakwa I Gede Romy Adiana alias Romy yang mengimpor bahan baku pembuat ganja sintetis atau tambakau gorila. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria kelahiran Bangli bernama I Gede Romy Adiana alias Romy yang kedapatan mengimpor Narkotika jenis AB-FUBINACA (bahan pembuat tembakau gorila), Kamis (30/08) diadili di PN Denpasar.

Tak tanggung-tanggung, Narkotika yang terdakwa pesan dari Hongkong tersebut beratnya mencapai 453 gram atau nyaris setengah kilo. Akibat perbuatannya ini, terdakwa yang tinggal di Jalan Raya Tuban ini pun terancam hukuman mati.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta menjerat terdakwa dengan Pasal 132 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pada dakwaan kesatu atau Pasal 112 ayat (2) UU yang sama pada dakwaan kedua.

Sidang pimpinan Hakim Esthar Oktavi itu, selain mengagendakan pembacaan dakwaan, langsung dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi hingga pemeriksaan terdakwa.

Dimuka sidang, terdakwa yang didampingi pengacara I Ketut Doddy Artha mengaku terus terang ingin mencoba membuat tembakau gorila. Bila berhasil, tembakau gorila buatan terdakwa akan dipasarkan alias dijual.

“Dari mana terdakwa tahu cara meracik tembakau gorila,” tanya Hakim Esthar yang dijawab terdakwa belajar dari internet. Pun dengan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk meracik tembakau gorila juga terdakwa akui dapat dari internet.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan jaksa terungkap, terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 12 April 2018 sekitar pukul 09:30 Wita di Kantor Post Besar Renon Jalan Puputan Renon, Denpasar.

Penangkapan terdakwa berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebut adanya pengiriman Narkotika dari Hongkong melalui Kantor Post Besar, Renon yang ditujukan kepada penerima atas nama I Gede Rusdiana dengan alamat Jalan Karang Tenget III/25X.

Atas laporan itu, pihak Kator Pos langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk menunggu orang yang akan mengambil paket yang dimaksud. Tidak lama kemudian datang terdakwa bersama saksi I Gede Rusdiana untuk mengambil paket tersebut.

Singkat cerita terdakwa bersama saksi I Gede Rusdiana mengambil paket tersebut dan bergegas meninggalkan Kantor Pos. Tapi pada saat terdakwa bersama saksi I Gede Rusdiana hendak meninggalkan Kantor Pos keduanya langsung ditangkap petugas polisi.

Dari tangan terdakwa, polisi berhasil mengamankan bahan baku membuat tambakau gorila berupa AB-FUBINACA seberat 453 gram. Saat ditanya, terdakwa mengaku bahwa barang bukti itu adalah miliknya yang dibeli dari Hongkong melalui online Shop.

Sedangkan terkait nama penerima dan alamat yang tertera dalam paket kiriman, terdakwa mengaku hanya meminjam identitas saksi I Gede Rusdiana dengan alasan KTP terdakwa hilang. Hal ini juga diakui terdakwa saat diperiksa di PN Denpasar. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment