Pencoretan Calon Anggota DPRD asal PKS,Bawaslu Flotim Akan Bersikap

Ketua Bawaslu Kabupaten Flores Timur, Karolus Riang Tukan. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Flores Timur akan segera menyikapi pengajuan keberatan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Flores Timur atas pencoretan calon anggota DPRD Dapil 5 atas nama Fransiscus M.Mangu oleh KPU Kabupaten Flores Timur.

Ketegasan sikap itu terpaksa  dilakukan barisan Karolus Riang Tukan lantaran upaya Bawaslu Flotim untuk mendapatkan penjelasan  klarifikatif dari pihak KPU Flotim maupun  PKS dalam rapat tertanggal 24  Agustus 2018 atas  riwayat pencoretan tersebut, gagal  terjadi lantaran pihak PKS lebih condong  meminta Bawaslu untuk memediasi.Padahal tahapan mediasi itu sendiri dapat dilakukan bila ada gugatan sengketa.

“Untuk persolan ini, kami  memang mendapat surat  dari PKS Flotim bernomor 24/D/PYT DPD PKS/1439 ,tertanggal 15 Agsutus 2018,bersifat penting,berperihalkan pernyataan keberatan atas pencoretan Calon Anggota DPRD (CAD) atas nama Fransiscus M.Mangu pada dapil 5 nomor urut 4 dari Partai Keadilan Sejahtera. Isi surat tersebut adalah keberatan dan meminta Bawaslu untuk menindaklanjuti serta meminta KPU Flotim untuk memasukan nama yang bersangkutan dalam  daftar CAD pada Pemilihan Legislatif. Untuk sampai pada tahapan rekomendasi, kami harus terlebih dahulu mendapatkan penjelasan klarifikasi baik dari KPU Flotim maupun dari PKS Flotim. Oleh karena itu kami mengundang kedua pihak tersebut dalam rapat  tanggal 24 Agsutus 2018. Dalam rapat itu sama sekali tidak ada penjelasan klarifikatif dari KPU Flotim, karena pihak PKS lebih menghendaki agar Bawaslu memediasi kasus tersebut sementara tahapan mediasi itu dilaksanakan apabila ada gugatan sengketa,sementara yang ada adalah pernyataan sikap keberatan dan permintaan untuk mengakomodir kembali nama yang dicoret itu,” urai Karolus Riang Tukan kepada balinewsnetwork.com di ruang kerjannya,Kamis 30 Agustus 2018 yang didampingi anggota Bawaslu Arifin Atagae.

Mengejar seperti apa ketegasan sikap yang diambil Bawaslu Flotim,Karolus serta merta menandaskan ketiga anggota Bawaslu Flotim tersebut telah menggelar rapat internal dan menyepakati untuk bersikap berdasarkan peraturan sebagaimana yang ditegaskan dalam UU No 7 Tahun 2017.

“Kami bekerja berdasarkan peraturan maka sikap kami pun berdasarkan ketentuan UU. Memang sebelumnya ketika menerima surat keberatan tersebut, kami menyampaikan ke teman-teman PKS akan menyikapi surat tersebut dan menjelaskan ke mereka kalau persoalan tersebut diajukan sebagai sengketa atas keputusan KPU tersebut maka harus mengajukan permohonan sengketa dengan mencantumkan syarat formil dan syarat materiilnya. Itu artinya ada pelapor,dan terlapor, lengkap dengan obyek sengketanya.Namun itu tidak dilakukan,justru dalam pertemuan klarifikasi tersebut, mereka mendesak kami untuk memediasi dan memilih untuk pulang. Sedangkan untuk mengeluarkan rekomendasi kami harus dapatkan penjelasan dari kedua belah pihak,” tegas Karolus Riang Tukan sembari menambahkan ketegasan sikap yang bakal diambil adalah menyatakan keberatan PKS Flotim itu tidak diakomodir Bawaslu Flores Timur lantaran telah melewati batas waktu (kadaluarsa). (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment