Terlibat Jaringan Pengedar Narkotika,  Oknum Sipir LP Kerobokan Divonis 8 Tahun

Terdakwa Fidel Ramos Sipayung menudukan kepalanya saat digiring keluar ruang sidang menuju sel tahanan sementara PN Denpasar. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Fidel Ramos Sipayung (27) oknum Sipir Lapas Kerobokan hanya bisa menundukkan kepalanya saat menerima vonis delapan tahun penjara dari majelis hakim PN Denpasar pimpinan Ageliky Handajani Day, Rabu (29/8).

Vonis delapan tahun ini jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun.

Majelis hakim dalam amar putusnya yang dibacakan dihadapan terdakwa menyatakan sependapat dengan Jaksa yang menyebut terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Tapi setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis menyatakan tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan jaksa.

Dimana pada sidang sebelumnya, jaksa Kejati Bali itu menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun, denda Rp 1,5 miliar subsider enam bulan kurungan,” tegas Hakim Ageliky dalam amar putusanya.

Atas putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Raymond Simamora langsung menyatakan menerima. “Kami menerima putusan ini yang mulia,” sebut pengacara asal Medan, Sumatera Utara ini. Sementara JPU menyatakan pikir-pikir.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap saat dirinya yang dicurigai oleh petugas BNN keluar dari Lapas, menuju jalan raya menenteng kantong plastik transparan yang berisi gelas plastik.

Melihat gelagat terdakwa yang mencurigakan, petugas mendekatinya dan menanyakan barang bawaannya itu. Dan saat ditanya, terdakwa menjawab tidak jelas. Sehingga dilakukan penggeledahan.

Begitu gelas yang ada di kantong plastik dibuka, ternyata ditemukan dua bungkus plastik klip diduga berisi sabu-sabu masing-masing seberat 29,79 gram dan 4,98 gram yang dimasukan di dalam bungkus rokok. Serta di pembungkus cerutu, petugas menemukan satu plastik klip berisi sabu-sabu seberat 9,93 gram.

Saat diinterogasi, terdakwa menerangkan bahwa gelas putih yang ada di dalam kantong plastik itu milik Iman Muzaki (napi lapas) yang diterimanya melalui Erik (napi lapas) untuk diserahkan kepada seseorang yang menunggu di luar lapas. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment