Terjerat Kasus Narkoba, Buruh Bangunan Terancam 12 Tahun Penjara

Terdakwa Katiman usai menjalani sidang perdana di PN Denpasar. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Seorang buruh bangunan bernama Katiman (58) hanya bisa pasrah dan tertunduk lesu saat diadili di PN Denpasar, Rabu (29/8) karena terjerat kasus Narkotika.

Pria Tamatan SD ini diadili karena diduga melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman.

Akibatnya, Katiman yang tinggal di Jalan Gunung Suputan itu pun terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Karena ancaman hukumanya cukup tinggi, majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada menawarkan kepada terdakwa untuk didampingi pengacara.

Namun dengan polosnya terdakwa menolak. “Berarti terdakwa mau mau sendiri, ya sudah yang jelas kami sudah menawarkan kepada saudara terdakwa untuk didampingi pengacara,” ucap Hakim Kawisada.

Sementara itu dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Ayu Rai Artini diungkap, terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 5 Mei 2018 silam sekira pukul 18:30 Wita di Warnet Brother’s di Jalan Gunung Suputan, Denpasar.

Penangkapan terdakwa berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebut bahwa seorang laku-laki yang bekerja sebagai buruh proyek sering menggunakan Narkoba.

Atas laporan itu, petugas polisi langsung melakukan penyelidikan dan mendapati laki-laki dengan ciri-ciri seperti yang dilaporkan sedang berada di Warnet Brother’s.

Pada saat itu langsung dilakukan penangkapan terhadap diri terdakwa. “Pada saat hendak ditangkap, terdakwa menjatuhkan sesuatu benda ke lantai,” sebut jaksa Kejari Denpasar itu sebagaimana dalam dakwaannya.

Malihat itu, salah satu petugas meminta kepada terdakwa untuk mengambil benda yang dijatuhkan tersebut. Setelah diambil, ternyata terdakwa membuang sebuah tisu yang didalamnya berisikan potongan pipet yang berisikan sabu-sabu.

Saat dilakukan penggeledahan badan, petugas menemukan bingkisan yang setelah dibuka berisikan sumbu kompor dan dua buah pipa kaca kecil. Setelah ditanya petugas, terdakwa mengakui bahwa semua barang bukti itu adalah miliknya.

Terdakwa juga mengaku mendapat sabu-sabu dari orang yang bernama Edy (belum tertangkap) dengan cara membeli. Atas perbuatan ini, terdakwa dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) atau kedua Pasal 115 ayat (1) atau ketiga Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment