Pokir Belum Realisasi, Rapat Gabungan Komisi DPRD Flotim ‘Memanas’

Situasi Rapat Gabungan Komisi DPRD FLores Timur bersama Badan Keuangan Daerah FLotim, Selasa (28/8). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Asisten I Setda Flores Timur, Abdul Razak Jakra dan Plt. Kepala Dinas Badan Keuangan Daerah Flores Timur, Cipto Keraf  tak bisa mengelakan diri dari ‘bantaian’ warga gabungan komisi DPRD Flores Timur dalam rapat gabungan komisi, Selasa 28 Agustus 2018.

Riwayat penetapan APBD Tahun Anggaran 2018 dan sistem defisit yang melingkari APBD tersebut, memicu naiknya suhu kegarangan barisan wakil rakyat. Belum terealisasinya Pokir yang diangkat Anton Lebu Maran membuat Ignas Uran menyalak! Anggota DPRD dibuat seolah-olah sebagai pengemis, keluar jauh dari spirit kemitraan dalam berpemerintah. Sementara terkait kondisi keuangan daerah, baik Ignas Uran maupn Mikhael Honi Kolin, APBD TA 2018 sebagai gambaran napsu besar, tenaga kurang!

Pantauan balinewsnetwork.com, tensi pertemuan tersebut mulai menanjak tatkala Wakil Ketua DPRD Mathias Werong Enay kembali meminta penjelasan pihak eksekutif (Asisten I, Abdul Razak Jakra dan Plt.BKD, Cipto Keraf ) terkait posisi Silpa dan pergerakannya terhitung dari  penetapan APBD 2018,penggunaan dana mendahului perubahan dan menuju perubahan APBD.

Sebelum Asisten I dan Plt.BKD menjelaskan,Ignas Uran langsung menyalak minta bicara. Ignas dengan ekspresi tidak simpatik terhadap realitas pengelolaan keuangan daerah ala Flotim kini, langsung meninggikan suaranya

“Saya lihat trend pemerintah sekarang, potensi defisit selalu ada. Mempertimbangkan perubahan APBD murni 2018 itu waktunya kasip, mudah-mudahan doc.yang diajukan ke DPRD jangan seperti pada APBD murni. Jangan buat kita pusing! Prinsip membangun itu membangun dengan  kemampuan kita. Konteks pembahasan kita ada pada kemampuan keuangan yang ada. Saya membayangkan bila di perubahan nanti dengan  kondisinya tetap seperti ini maka bahaya! Apalagi Pokir kami  belum juga realisasi. Kalau kita berpikir de jure politik bisa bahaya republik Flotim ini!,” tegas Ignas Uran dengan suara semakin ditinggikan.

Bagi Ignas perlu ada sikap saling memahami antara pemerintah dan lembaga DPRD.

“Maka saya selalu bicara mari kita sama saling memahami antara kedua lembaga ini, asal tidak untuk bagi uang namun mengerti akan kebijakan bersama! Tidak bisa tidak! Bapak mereka menuntut pemahaman kita, tetapi sebaliknya? Proposal kita saja setengah tahun? Kalau di sini kita berpikir politis semua maka repot. Tidak ada DPRD di sini yang berpikir politis selama ini. Kita saling memahami, namun kebalikannya kami  seperti pengemis. Jangan jadikan pendekatan politik pembangunan itu seolah-olah kami  mengemis! Harus mengerti berpemerintah. Aturannya jelas! Kemana-mana kita selalu bilang pendekatan pembangunan boton up, top down, pendekatan partisiatif dan pendekatan politis. Ini pola pembangunan yang terintegrasi. Dan ketika komitmen itu sudah terimplementasi dalam bentuk anggaran, marilah! Kita juga bosan omong terus-terus, sampai kesannya kita mengemis ke pemerintah. Nah itu yang bahaya! Saya omong memang jangan posisikan seolah-olah kami mengemis di bapak-bapak dorang! Perlu ada pemahaman bersama, demi kebaikan bersama. Bukan pemahaman untuk korupsi!,” tandas Ignas Uran dengan ekspresi  marah!

Asisten I, Abdul Razak Jakra atas permintaan pimpinan sidang Mathias Enay menjelaskan  posisi Silpa sebagaimana yang dilaporkan dalam awal pertemuan tersebut. 43,3 milyar dari total 56,7 milyar telah digunakan mendahului perubahan. Maka sisa 13 milyar lebih. Di dalam 13 milyar itu, 10 milyar diperuntukkan untuk membayar tunjangan profesi guru.

“Menyikapi masalah yang diajukan, memang sangat ideal dalam konteks otda bertumpu pada keuangan kita meskipun ada peraturan yang memperbolehkan sistem penganggaran defisit. Yang jadi soal adakah cadangan dana kita? Kita upayakan sistem berimbang. Saya telah berdiskusi dengn Plt. Kadis BKD  akan bekerja optimal, kita harus berangkat dari kondisi rill kita supaya sedini mungkin kita hindari adanya defisit dalam sistem penganggarna kita,” ujar Razak Jakra.(Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment