Festival Seni Kampung Wulublolong,Yang Hilang Dimunculkan Kembali

Warga desa Wulublolong melakukan gladi acara penjemputan tetamuan pada Pembukaan Festival Seni Kampung Wulublolong. Foto: BNN/doc.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Membawakannya dalam aktivitas seni, demikianlah orang muda desa Wulublolong, Kecamatan Solor Timur, mengemas aktivitas harian penduduk di desa tersebut dalam  Festival Seni Kampung Nubun Baran Wulublolong: Lage Ae Niku Kola yang akan digelar pada Kamis, 30 Agustus 2018 dan Jumat, 31 Agustus 2018.

Mendapat dukungan penuh dari generasi tua yang terlebur dalam barisan pemerintah, agama dan adat, orang muda di Lewo Wulu Lamarebon Tanah Rebon Lamadike itu lalu menampilkan kembali aneka permainan rakyat yang sudah tidak terlihat lagi di kampung halaman mereka seperti permainan gasing, kesegeng (ketengge), singet, nere gere, dan lain-lain.

Menariknya, aneka permainan yang telah lenyap tersebut, akan dimainkan dalam  prosesi penjemputan tamu dan undangan.

“Kami mengemas acara penjemputan tamu dan undangan tampil beda. Dari pelabuhan hingga tiba di sentra festival dalam geliat seni. Selain musik perkusi, tarian hedung dan seleng dari anak SD dan SMP, tetamuan akan disuguhkan dengan barisan panjang warga Wulublolong (orang dewasa)  yang menampilkan aktivitas keseharian seperti Bajo Taha (Tumbuk padi ), Sepi Sira (tapis beras) Ketane Wata (titi jagung), Ahe Nama (anyam bubu), Hewi Koli (menganyam),” urai ngkap F.X Rebon kepada balinewsnetwork.com,Senin, 28 Agustus 2018 di kantor Bupati Flotim seraya menambahkan persiapan Festival Seni kampung di H-3 telah 95 persen. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment