Belanja Miliaran Rupaih Tak Bayar, Kekek Ini Divonis 2 Tahun Penjara 

Terdakwa Anom yang nipu miliar rupiah dan divonis dua tahun penjara. Foto: BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kakek 73 tahun bernama Anom yang menjadi terdakwa di PN Denpasar divonis  hukuman penjara selama 2 tahun. Majelis Hakim PN Denpasar pimpinan Ni Made Purnami dalam amar putusanya menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Atmaja.

Yaitu menyatakan terdakwa yang beralamat di Jln. Sutoyo Gang VIII No 3 terbukti bersalah melakukan tindak pidana membeli barang dengan maksud tidak membayar seluruhnya memastikan penguasaan terhadap barang-barang itu untuk diri sendiri atau orang lain.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 379a KUHP. Tapi setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis menyatakan tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan JPU.

Majelis akhirnya memangkas hukuman tiga tahun yang dimohonkan JPU menjadi dua tahun penjara. “Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,”sebut hakim dalam amar putusan.

Atas putusan itu, Jaksa Nyoman Bela Putra Atmaja menyatakan pikir-pikir. Diberitakan sebelumnya, kasus yang menjerat Anom ini berawal saat terdakwa memesan barang berupa cat tembok sebanyak 46 kaleng seharga Rp 14 juta kepada PT. Catur Aditya Santosa dengan tenggang waktu pembayaran selama 14 hari.

Pesanan cat tersebut kemudian di kirim ke toko milik terdakwa di Jln. Kartini, Denpasar. Selanjutnya terdakwa kembali memesan cat sebanyak 4 kaleng seharga Rp 777.000 dan barang pun sudah diterima oleh terdakwa.

Namun setelah jatuh tempo pembayaran, terdakwa tidak juga melakukan pembayaran. Tak hanya itu, sebagaimana dalam dakwaan jaksa, ternyata terdakwa juga memesan semen sebanyak 192.175 sak seharga Rp 8.518.842.500 dengan tenggang waktu pembayaran 45 hari.

Tapi lagi-lagi setelah jatuh tempo pelunasan, terdakwa mangkir dan tidak membayar. Kejadian serupa dialami beberapa perusahaan lainnya seperti PT. Surticon Buana Perkasa, PT. Padi Mas Prima.

Akibat perbuatan terdakwa, PT. Padi Mas Prima mengalami kerugian Rp 5.807.500.000, PT. Catur Aditya Santosa mengalami kerugian Rp 15.673.200, dan PT. Surticon Buana Perkasa mengalami kerugian Rp 5.807.500.000. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment