Selendupkan Sabu Dalam Anus dan Vagina, Wanita Muda ini Dituntut 15 Tahun Penjara

Denpasar/BaliNewsNetwork-Arinda Pratiwi yang sebelumnya ketangkap basah menyelundupkan 140,41 gram sabu-sabu dari Thailand, nampaknya bisa tersenyum lega.

Sebeb, untuk sementara dia terhindar dari hukuman berat karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Made Karmiyanti hanya menuntutnya dengan pidana penjara selama 15 tahun.

Dihadapan majelis hakim PN Denpasar pimpinan IA Adnya Dewi, jaksa Kejati Bali itu menyatakan terdakwa yang beralamat di Jln. Menteng II Tanjung Pinang ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 135 ayat (1) UU Narkotika.

Yaitu tanpa hak memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun,” sebut JPU sebagaimana dalam surat tuntutannya.

Selain menuntut hukuman penjara, jaksa juga menuntut terdakwa untuk membayar denda Rp 1 miliar. “Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,” tandas JPU.

Setelah mendengar tuntutan itu, terdakwa yang didampingi pengacara Dody Artha Kariywan langsung mengajukan pembelaan secara lisan yang intinya memohon keringanan hukuman. Selain itu, dimuka sidang terdakwa sendiri mengaku sangat menyesali perbuatannya.

Dalam dakwaan dipaparkan, sebelum terdakwa ditangkap, terdakwa bersama Suhardi pada hari Rabu tanggal 28 Februari 2018 berangkat dari Kepalauan Riu menuju Malaysia dengan menggunakan transportasi laut.

Sampai di Malaysia, terdakwa menelpon Amirul Afiq bin Yazzed dan membuat janji untuk bertemu di Bandara Sanai, Bangkok, Thailand sekitar pukul 23:00 waktu Thailand.

Singkat cerita mereka bertiga pun bertemu di Thailand dan mereka beristirahat di salah satu hotel. Namun tidak lama kemudian Amirul Afiq bin Yazzed pulang ke Malaysia dan dan datang kembali dengan membawa pacarnya.

Pada hari Sabtu tanggal 10 Maret 2018 sekitar pukul 17.00 waktu Thailand, saksi Suhardi ditelepon oleh seseorang bernama Abang. Kepada Suhardi, Abang mengatakan barang akan tiba dan Suhardi diminta menunggu di Loby.

Saat itu pula Suhardi langsung menuju loby hotel. “Tapi karena di Loby hotel sepi, Suhardi kembali ke kamarnya,” ujar jaksa Kejari Bali itu dalam surat dakwaannya. Saat Suhardi berada dalam kamar, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.

Setelah pintu dibuka, Suhardi bertemu dengan seorang perempuan bernama Dada yang mengaku orang suruhan Abang. Kemudian keduanya berjalan menuju toilet dan Dada memberikan tas yang dibawanya kepada Suhardi.

Setelah membuka isi tas yang ternyata didalamnya berisikan Narkotika jenis shabu, Suhardi langsung memecah narkotika tersebut menjadi 12 bungkus, dan memberikan kepada terdakwa empat bungkus yang langsung dimasukkan dalam anus dan vaginnya.

Menurut pengakuan Suhardi, bila mereka berhasil membawa sabu tersebut mereka bertiga akan diberi upah Rp 25.000.000.

Namun apes, sebelum menikmati uang itu mereka lebih dahulu ditangkap pada hari Minggu tanggal 11 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 wita saat tiba di terminal kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment