Selain Palsukan SK PNS, Uang Pinjaman Juga Digunakan Kedua Terdakwa

Kedua terdakwa saat diadili di PN Denpasar. Foto: BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang kasus pemalsuan dukumen pengajuan kredit dengan terdakwa Ni Wayan Arini dan Ni Wayan Rusi Purnama Dewi kembali dilanjutkan.

Dalam sidang yang dimpimin Hakim I Wayan Kawisada, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martinus T Sulu menghadirkan beberapa saksi.

Salah satunya adalah dari pihak Koperasi Asta Sedana, IGA Apriliani. Dari keterangan saksi Apriliani kasus pemalsuan dokumen pengajuan kredit tersingkap karena terjadi kredit macet.

“Dari kredit macet ini juga terungkap bahwa ternyata uang pinjaman itu dipakai oleh kedua terdakwa,” sebut saksi Apriliani. Selain itu, Apriliani juga mengatakan, dia sudah menemui sejumlah PNS yang namanya tercantum sebagai debitur.

“Setelah saya datangi, ternyata memang benar uang pinjaman itu semua digunakan oleh kedua terdakwa. Mereka hanya dipinjam nama dan setelah pinjaman cair mereka diberi fee Rp 300 ribu hingga Rp 4 juta,” ungkap saksi.

Sementara menyangkut soal SK PNS palsu yang menjadi salah satu dukumen pengajuan kredit, saksi mengaku sejatinya sudah mengetahui ada SK PNS yang palsu.

“Dari mana saksi tahu kalau ada SK PNS yang palsu,” tanya Hakim Kawisada yang dijawab saksi mengetahui karena hampir semua pegawai yang namanya tercantum dalam SK PNS tersebut memiliki pangkat atau golongan yang sama.

“Apakah kedua terdakwa ini ada mengembalikan uang kerugian yang dialami koperasi,” tanya Hakim Kawisada yang dijawab saksi ada pengembalian yang dilakukan oleh suami kedua terdakwa.

Sepeti diberitakan sebelumnya kedua terdakwa yang salah satunya adalah PNS di Bagian Pengelolaan Aset Kota Denpasar dan pegawai honorer di Sekretariat DPRD Kota Denpasa itu diduga melakukan tindak pidana pemalsuan dan penipuan.

Perkara pemalsuan atau penipuan itu bermula saat terdakwa dua, Rusi, mendatangi terdakwa pertama, Arini, dengan maksud meminjam uang untuk membayar berbagai keperluan.

Karena mengetahui terdakwa dua berstatus bukan PNS, keinginan itu tidak bisa diakomodir. Karena syarat untuk mendapatkan pinjaman di Koperasi Asta Sedana, calon peminjam harus berstatus PNS.

Karena terbentur persyaratan, terdakwa kedua kemudian mengeluarkan ide untuk nasabah yang bukan PNS dibuatkan fotokopi SK PNS palsu serta kelengkapan lainnya seperti KTP dan KK. Ide itu kemudian disetujui oleh terdakwa satu. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment