DAK Flotim Semester Pertama Terserap Rendah

Emanuel P.Boleng, SP, Kabag Pengendalian Pembangunan Setda Flores Timur. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Realisasi penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Flores Timur, Tahun 2018  semester pertama (I)  terbilang rendah. Dari total DAK Rp 238.896.959.556, realisasi keuangan  pada posisi 31 Juli 2018, baru mencapai Rp 82.833.737.140 atau 34,67 persen atas realisasi fisik yang baru mencapai 40,0 persen.

Sembari merincikan tingkat penyerapan untuk  DAK  baik DAK Fisik  maupun DAK  Non Fisik,Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan Setda Flotim,Emanuel P. Boleng ketika dikonfirmasi  Balinewsnetwork.com di ruang kerjanya, Rabu, (08/08) mengungkapkan, khusus untuk DAK Fisik yang tersebar pada   10 OPD dengan total Rp 150.244.775.556, baru  menembus level 24,2 persen capaian (realisasi) fisiknya atas nilai kontrak Rp 129.901.091.492.Sedangkan realisasi keuangannya baru menembus Rp 33.429.274.597 atau 22,25 persen.

Sementara itu pada DAK Non Fisik yang dikelolah yang tersebar pada 4 OPD dengan total Rp 88.652.184.000 mengalami penyerapan yang cukup baik yakni realisasi fisik sebesar Rp 55,7 persen dengan realisasi keuangannya sebesar Rp 49.404.462.543 atau 55,7 persen.

“Tentang urutan capaian DAK Fisik dari ke-10 OPD pengelolah DAK tersebut, yang paling rendah untuk kategori gagal adalah OPD Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan. OPD tersebut gagal mengamankan DAK senilai Rp 1.974.000.000.Serapan rendah atas proses, terlihat di OPD  RSUD Hendrikus Fernandez yang baru menyerap anggaran Rp 37.990.000  atau 0,4 persen dari total DAK yang dikelolahnya Rp 9.999.577.803,” jelas eman Boleng yang baru menjabat sebagai Kabag Pengendalian Pembangunan, mengganti Apolonia Corebima itu. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment