Jadi Kurir Shabu, Ivani Divonis 5 Tahun dan Denda Rp 800 Juta

Terdakwa Ivani Ahmad Fauzi bersama kuasa hukumnya. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork– Ivani Ahmad Fauzi (23), pria kelahiran Jakarta dan tinggal di kos Premisol, Jalan Pulau Demak IV, Buagan, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat ini akhirnya divonis 5 tahun penjara.

Majelis hakim pimpinan. Esthar Okatavi dalam amar putusnya menyatakan, sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Narapati yang menyatakan terdakwa yang didampingi pengacara Agus Suparman dkk., terbukti bersalah melakukan tindak pidana, sebagai kurir dalam jual beli Narkotika.

Perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dalam dakwaan alternatif kesatu yaitu melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotik.

Namun majelis tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan JPU yaitu 7 tahun penjara.

Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis akhirnya memangkas 2 tahun dari tuntutan JPU menjadi 5 tahun penjara.

Selain divonis hukuman penjara, majelis hakim juga mengganjar terdakwa dengan hukuman denda Rp 800 juta subsider 4 bulan penjara.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 800 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 4 bulan,” tegas hakim Esthar dalam putusnya.

Atas putusan itu, baik JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun maupun pengacara terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir. “Kami pikir-pikir,” ujar Jaksa Dewa Narapati.

Terungkap dalam dakwaan jaksa, ditangkapnya terdakwa Ahmad Fauzi oleh pihak kepolisian Polresta Denpasar berdasarkan informasi dari masyarakat.

Dari informasi yang diperoleh menyebutkan, bahwa ada seorang laki-laki yang kerap dipanggil Ivan beserta ciri-cirinya sering menyalahgunakan narkotik.

Berbekal informasi itu, pihak resnarkoba Polresta Denpasar langsung menindaklanjuti, dan melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian berhasil menangkap terdakwa.

Lalu dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa, dan ditemukan enam plastik klip berisi kristal bening diduga sabu-sabu yang disembunyikan di dalam dompet.

Kembali petugas menemukan dua plastik klip sabu-sabu yang dibungkus pipet. Selain menemukan sabu-sabu, petugas menyita handphone terdakwa.

“Petugas meminta terdakwa membuka password Hpnya dan setelah diperiksa, berisi pesan alamat terdakwa menempel sabu-sabu. Terdakwa menerangkan, baru menempel sabu-sabu di Jalan Gurita IV,” ungkap Jaksa Dewa Narapati kala itu.

Selanjutkan petugas mengajak terdakwa ke alamat menempel yang jaraknya tak jauh dari tempat penangkapan. Kemudian petugas menyuruh terdakwa mengambil paket sabu yang telah ditempelnya.

Dari hasil interogasi sementara, terdakwa menerangkan bahwa pemilik sabu itu adalah Pak To (DPO). Terdakwa sendiri bertugas menempelkan sesuai pesanan pembeli.

Lalu petugas menuju tempat terdakwa kos di kos premisol Jalan Pulau Demak. Saat petugas tiba dan membuka pintu kos terdakwa sudah ada seorang laki-laki bernama Dewa Made Suardika (saksi).

Saat penggeledahan, ditemukan satu bong dan satu plastik klip sabu-sabu, satu bendel plastik klip, satu buah timbangan, satu gulung aluminium foil.

“Selanjutnya terdakwa Ahmad Fauzi dan saksi Made Made Suardika ditanyakan kepemilikan barang yang ditemukan tersebut. Dan diakui kepemilikannya oleh Dewa Made Suardika dan sisanya diakui milik Ahmad Fauzi,” terang Jaksa Dewa Narapati. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment