SP3 Kasus Investasi Rp 200 Miliar- Selain Tidak Ditemukan Kerugian Negara, Polin Sebut Penyidik Kurang Tajam

Aspidsus Kejati Bali Polin O Sitanggang. Foto: BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dihentikanya kasus kasus dugaan korupsi investasi senilai kurang lebih Rp 200 miliar di Bank Pembangunan Daerah (BPD) sepertinya menyimpan tanda tanya besar.

Sebab, sebelum kasus ini di SP3, tim menyidik dengan gencar melakukan penyidikan hingga menyebut ada lima orang calon tersangka.

Setelah berbulan bulan tidak ada kabar terkait perkembangan kasus ini, tiba-tiba disela-sela Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 58, Kepala Kekejakasan Tinggi (Kajati) Bali mengatakan bahwa kasus ini sudah dihentikan dengan alasan tidak ada kerugian negara.

“Kami tidak menemukan adanya kerugian negara,”sebut Amir Yanto dihadapan wartawan, Senin (23/7).

Ditempat yang sama, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bali Polin O Sitanggang mengakui bahwa, di SP3nya kasus ini juga tak lepas dari kurang tajam nya tim penyidik yang menanganinya.

“Harus saya akui tim penyidik kurang tajam. Tapi bagaimanapun penyidik adalah anak buah saya, jadi tetap saya yang bertanggungjawab,” sebutnya.

Penyidik, kata Polin baru mengetahui adanya PG setelah pihaknya memanggil saksi dari OJK (otoritas jasa keuangan).

“Kami bertanya kepada saksi OJK, ini ada kredit macet apakah sudah ada teguran, dan dijawab tidak pernah ada teguran,” sebut Polin.

Pihak OJK menjelaskan bahwa, pihaknya tidak memberikan teguran atas adanya kredit macet ini karena pihak debitur memiliki PG (personal garansi) yang nilainya lebih dari pinjaman.

“Pinjaman Rp 36 miliar, sementara PG nya Rp 40 milliar, jadi dimana kerugian negaranya,” ungkap Polin.

Sedangkan terkait pinjaman Rp 150 miliar dengan agunan hotel yang sebelumnya disebut hak sewa, ternyata menurut Polin, bukan hak sewa melainkan Hak Guna Bangunan (HGB).

“Kan tidak mungkin hak sewa dijaminkan. Jadi setelah kami telusuri ternyata bukan hak sewa tapi HGB dan nilainya lebih dari Rp 150 miliar,” tegasnya.

Dengan demikian, menurut Polin, dalam kasus ini tidak ada kerugian negara. Namun demikian, kata Polin meski kasus ini dinyatakan dihentikan, tapi tidak menutup kemungkinan untuk dibuka kembali apabila tim penyidik menemukan bukti baru. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment