Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Larantuka Gemakan Keselamatan Laut Tanpa Kompromi

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka, Simon S.Baun. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Menindak lanjut ultimatum Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi akan pentingnya keselamatan dan keamanan dalam berlayar,pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka di Kamis (19/7) menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pengusaha jasa transportasi laut, para Camat, Lurah dan Kepala Desa yang berpelabuhan serta para nahkoda kapal se-Flotim dan Lembata.

Keselamatan Laut Tanpa Kompromi,demikianlah Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka, Simon.S.Baun menegaskan perintah Menteri Perhubungan Indonesia yang terlecut pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba dan KMP KMP Lestari di Selayar belum lama ini untuk patuh terhadap regulasi pelayaran. Oleh karena itu terkait keselamatan pelayaran adalah prinsip  mutlak tanpa kompromi.

“Prinsip utama keselamatan  itu berhubungan dengan persyaratan teknis,dan.persyaratan teknis tersebut diantaranya seperti kontruksi kapal, perlengkapan keselamatan, pengawakkan, sertifikasi, permesinan, perlengkapan sefety, (alat-alat keselamatan berlayar). Itu syarat dasar atau syarat utama. Dalam pengamatan kami, syarat dasar itu tidak diperhatikan atau sangat minim ada dalam pelayaran lokal di perairan Flotim dan Lembata. Oleh karena itu sehubungan dengan ketegasan Bapak Menteri ini, maka kami menggelar rapat koordinasi ini. Pasca rakor ini akan diikuti dengan penindakkan bagi yang tidak mengikuti perintah Menteri Perhubungan ini,” tegas Simon S.Baun.

Kepada para pengusaha sarana transportasi,atau pengelolah usaha angkutan laut dan ASDP, nahkoda, serta para ABK, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka tersebut menghimbau untuk menertibkan dan mengadakan atau melengkapi  segala hal yang berurusan aturan pelayaran.termasuk dokumen kapal itu sendiri.

“Masih banyak yang belum mengikuti peraturan pelayaran laut. Masih banyak pula yang tidak memiliki dokumen kapal. Ada beberapa yang sudah kami perintahkan untuk berhenti berlayar dulu sembari melengkapi dokumen-dokumen kapal motor mereka. Dan pasti akan kami tindak apabila di masa toleransi nantinya pun tidak mereka  lengkapi. Karena soal keselamatan berlayar itu mutlak, tanpa kompromi!” tegas Simon Baun. (Emnir)

 

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment