Bunuh Adik Kadung, Putu Permana Divonis 8 Tahun Penjara

Denpasar/BaliNewsNetwork-Putu Adi Permana (32) yang diadili di PN Denpasar karena membunuh adik kandungnya Kadek Ari Permana Jaya, Kamis (19/7) divonis hukuman 8 tahun penjara oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan IA Adnya Dewi.

Majelis hakim dalam amar putusnya menyatakan terdakwa yang merupakan anak seorang anggota polisi itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 338 KUHP.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun,”demikian vonis hakim yang dibacakan dibadapan terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan.

Mendengar putusan yang lebih ringan 4 tahun dari tuntutan JPU, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Ketut Doddy Artha Karyawan langsung menyatakan menerima.

Sementara JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana pejara selama 12 tahun menyatakan pikir-pikir.

Seperti diketahui, peristiwa berdarah yang berawal dari pesta miras ini di lakukan di rumahnya sendiri perumahan Dalung Permai dengan menggunakan pisau lipat.

Antara terdakwa dan korban merupakan putra dari anggota Polri.

“Terdakwa disidangkan karena melakukan penusukan kepada adik kandungnya sendiri akibat tidak terima saat teman korban I Kadek Dandy Suhendra ingin menginap di rumahnya saat mabuk minuman alkohol di rumahnya,” sebut Jaksa dalam dakwaan sebelumnya.

Tindakan penganiayaan dan penusukan itu terjadi pada 11 Februari 2018, Pukul 02.00 Wita di rumah terdakwa di Perumahan Dalung Permai Blok C Nomor 11, Desa Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Sebelum terjadi penusukan, terdakwa bersama korban dan I Kadek Dandy Suhendra sempat melakukan pesta minuman keras di kamarnya hingga malam hari.

Korban yang saat itu melihat temannya Kadek Dandy sudah mabuk berat, meminta izin kepada terdakwa agar diperbolehkan menginap.

Namun, pertengkaran itu terjadi karena terdakwa tidak suka melihat Kadek Dandy (teman korban) muntah di kamar korban sehingga mengotori kamar adiknya itu.

Karena korban tidak terima dengan perlakukan terdakwa sehingga terjadi cekcok mulut. Pertengkaran itu sempat dilerai oleh ayah terdakwa I Made Suardita dan ibu kandung terdakwa Ni Ketut Mariani.

Namun, terdakwa yang juga dalam kondisi mabuk dan emosi, tidak terima dimaki-maki adik kandungnya sehingga langsung mengambil pisau lipat di dalam kamarnya sehingga terjadilah penganiayaan terhadap korban.

Akibat penusukan yang dilakukan terdakwa, korban mengalami luka pada dada kiri korban dan akibat kejadian itu orang tua korban langsung membawanya ke RSUD Mangusada Kabupaten Badung.

Namun naas, nyawa korban tidak dapat tertolong lagi saat menjalani rawat inap di rumah sakit setempat.

Selanjutnya, jenazah korban dilakukan otopsi di RSUP Sanglah Denpasar untuk memperkuat penyebab kematian korban dipersidangan.

Atas tuntutan ini, Ketut Dodi dari pihak penasehat hukum terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan pada agenda sidang pekan depan.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment