Kasus Penganiayaan-Kuasa Hukum Terdakwa Minta Rekaman CCTV Diungkap Dipersidangan

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang kasus pengeroyokan dengan empat terdakwa warga negara (WN) Bulgaria masing-masing Kamen Yulianov, Valentin Sashkov, Dimitar Slavchov, dan Stoyan Iliev Peychev, Kamis (12/7) berlangsung panas.

Pasalnya, kuasa hukum terdakwa dari Prayudi Firma mempertanyakan ketelibatan terdakwa Stoyan. Menurut pengacara asal Jakarta ini, ada dua orang saksi yang mengatakan bahwa terdakwa Stoyan berada di hotelnya saat kejadian.

“Ada dua orang saksi yang melihat terdakwa Stoyan beras di Hotel saat kejadia. Mungkin akan lebih baik jika saksi ini dihadirkan di persidangan,”ungkap pengaracara yang enggan menyebutkan namanya itu.

Untuk membuktikan ucapannya itu, pihaknyapun meminta agar jaksa bisa membawa rekaman CCTV ke persidangan.”Kita minta CCTV ini diungkap, karena di tempat kejadian ada CCTV-nya,”sebutnya.

Yang lebih penting lagi, kata dia, dengan adanya rekaman CCTV ditempat kejadian, akan terungkap dengan jelas siapa saja pelakunya. “Dengan adanya tekanan CCTV kan jadi jelas, siapa yang membawa stik dan pisau,”katanya.

Dimuka sidang, kuasa hukum terdakwa juga memohon kepada majelis hakim agar rekaman CCTV ditempat kejadian bisa diungkap dimuka sidang.

Atas hal ini, Ketua majekis hakim I Dewa Budi Watsara langsung memerintahkan Jaksa untuk bisa membawa bukti rekaman CCTV yang dimaksud. “Tapi kalau rekaman itu tidak ada, ya sudah harap kita maklumi saja,”tegas hakim Budi Watsara.

Diberitakan sebelumnya, empat bule asal Bulgaria ini dijadikan terdakwa karena melakukan penganiayaan terhadap Stefnov Klenovski yang juga warga negara Bulgaria.

Perbuatan yang dilakukan keepat terdakwa ini berawal saat korban diminta oleh terdakwa Stoyan ke Park Hotel.

Korban datang tidak sendiri, dia bersama temanya ang bernama Marinko. “Dalam pertemuan itu intinya terdakwa meminta kepada korban uang bayaran kepada Keril Kerlov jika masih ingin tinggal di Bali,”sebut jaksa Kejari Denpasar itu.

Namun saat itu korban tidak mau memberikan uang yang dimita. Saat itu pula terdakwa kembali mengancam akan melukai korban bila tidak mau memberi uang.

Dihari yang sama sekitar pukul 22.30 Wita, korban hendak pergi ke Buger King di Jalan Sanset Road, Kuta. Tapi baru saja tiba di parkiran, terdakwa dihadang oleh para terdakwa.

Para terdakwa langsung mendekati korban dan memaksa korban untuk masuk kedalam mobil yang para terdakwa tumpangi. Namun korban tidak mau dan melawan. Saat itu terdakwa Stoyan langsung menusuk perut dan paha korban.

Dan kemudian terdakwa lainya ikut menghajar korban hingga babak belur. Selain memukuli korban, para terdakwa juga menyeprotkan bubuk merica ketubuh korban.

Melihat korban sekarat, warga yang ada disekitar tempat kejadian langsung membawa korban ke rumah sakit BIMC. Namun karena luka yang diderita korban sangat parah, korban akhirnya diruju ke RSUP Sanglah.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment