Bakar Rumah Ibu Kandung, Setiawan Dituntut Dua Tahun Penjara

Terdakwa I Putu Dedik Setiawan (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Nasib kurang beruntung dialami pria yang bernama I Putu Dedik Setiawan (26). Dalam sidang, Kamis (12/7) dia yang didakwa membakar rumah ibu kandungnya itu dituntut 2 tahun penjara.

Padahal, Ibu kandungnya, Ni Luh Suslawati saat memberi kesaksian dimuka sidang sudah memaafkan terdakwa. Meski seolah tidak terima dengan tuntutan penjara 2 tahun, terdakwa yang didampingi pengacara Agus Suparman dan Manik Yogiartha hanya mengajukan pembelaan secara lisan.

“Kami mohon keringanan karena saksi korban (orang tua terdakwa) sudah memaafkan,”sebut Manik Yogiartha yang ditemui usai sidang di PN Denpasar.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Lanang Raharja dalam amar tuntutan yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Estha Oktavia menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembakaran.

Perbuatan terdakwa sebagaiman diatur dan diancam pidana pada pasal 187 ke-1 KUHP. Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa Kejari Denpasar itu terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.

Yang memberatkan perbuatan terdakwa membahayakan keselamatan warga disekitarnya. Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukun dan orang tua terdakwa sekaligus korban sudah memaafkan perbuatanya.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun,”sebut jaksa dalam amar tuntutanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pembakaran rumah yang terjadi pada tanggal 24 Maret 2018 sekira pukul 22.00 WITA di Jln. Pulau Batanta Gang III Buntu No 1 Denpasar ini berawal saat terdakwa meminta uang Rp 5 juta kepada korban (ibu Kandungnya), Ni Luh Susilawati

Dalam dakwaan dipaparkan, terdakwa minta kepada korb uang untuk merayakan hari ulang tahun pernikahanya.”Tapi karena korban tidak mempunyai uang sebanyak yang terdakwa minta,”sebut JPU.

Terdakwa sepertinya tidak mau tahu dengan kondisi orang tuanya sehingga marah dan timbul niatnya untuk membakar rumah ibunya. Terdakwa lalu memberi bensin dan menyiramkan bensin itu ke sofa depan rumah hingga ke ruang tamu.

Setelah itu terdakwa langsung membakar yang sudah disiram dengan bensin hingga rata dengan tanah. Akibat perbuatan itu, saksi korban mengalami kerugian Rp 500 juta.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment