Dituntut 12 Tahun Penjara, Sepasang Kekasih Ini Malah Curhat Mau Nikah

Handayani alias Ani (18) dan I Gede Agus Eka Saputra (25) sepasang kekasih yang curhat mau manikah.(BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sepasang kekasih bernama Handayani alias Ani (18) dan I Gede Agus Eka Saputra (25) hanya bisa tertunduk lesu saat mengetahui dituntut 12 tahun penjara dalam sidang, Rabu (11/7) di PN Denpasar.

Dalam amar tuntutannya, JPU Putu Agus Adnyana Putra menyebut kedua sejoli ini telah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana secara tanpa hak, melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika Golongan I Bukan tanaman yang beratnya diatas 5 gram.

Perbuatan terdakwa sebagaiman tertuang dalam dakwaan alternatif pertama. Yakni melanggar Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 12 tahun,” sebut Jaksa Putu Agus dihadapan Majelis Hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa yang didampingi pengacara Ketut Dody Artha langsung mengajukan pembalaan secara lisan yang intinya memohon keringanan hukuman dihadapan majelis hakim.

“Saya mohon keringanan hukuman yang mulia, kami sangat menyesali. Dan saya juga berjanji akan menikahi dia (terdakwa Ani),” pinta Gede Agus dihadapan hakim.

Mendengar permohonan kekasihnya, terdakwa Ani langsung sesunggukan menangis. Oleh Hakim Adnya Dewi langsung dijawab agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Jadi kalian pacaran. Janji akan menikah, berjanji ya tidak mengulangi lagi,” jawab Hakim yang mutuskan untuk sidang putusan pekan depan.

Sebagaimana dalam dakwaan sebelumnya, kedua terdakwa ditangkap pada tanggal 6 Februari 2018 sekira pukul 22.30 Wita di Jalan Raya Kerobokan, Gang Kancil No. 10.

Sebelum kedua terdakwa ditangkap, pada tanggal 6 Februari 2018 sekira pukul 21.00 Wita, terdakwa Handayani alias Ani (terdakwa 1) sedang berada di penginapan Alamanda Guest Hoise kamar No 104 ditelpon orang yang bernama Putu Permana Suharja (DPO).

Putu Permana Suharja kepada terdakwa Ani mengatakan bahwa terdakwa Gede Agus Eka Putra sedang mengambil tempelan.

Tidak lama kemudian terdakwa Agus datang dengan membawa satu plastik klip yang didalamnya berisikan sabu serta 10 butir pil ekstasi.

Selanjutkan terdakwa Agus menyisihkan sebagaian sabu ke plastik klip lain dan dimasukan ke dalam bungkus rokok bersamaan dengan 10 butir ekstasi.

Kemudian kedua terdakwa pergi dengan membawa narkotika yang dimasukan kedalam bungkus rokok itu untuk diantarkan kepada orang yang bernama Bram di salah satu tempat kost di Jalan Raya Kerobokan.

Apa yang dilakukan kedua terdakwa ini adalah atas perintah Putu Permana Suharja. Sampai di kost tersebut, terdakwa 1 turun dari motor sedangkan terdakwa Agus tetap diatas motor.

Namun begitu transaksi langsung disergap petugas. Saat itu kedua sejoli ini mengaku masih menyimpan Narkotika di pengeinapan Alamanda Guest House.

Dari hasil pengeledahan di penginapan ditemukan 1 buah timbangan elektrik, 1 buah bong dan barang-barang lain yang masih berhubungan dengan Narkotika.

Dari kamar itu, petugas juga menemukan sebuah buku catatan transaksi Narkotika. Polisi juga menemukan 2 paket plastik klip yang didalamnya berisikan sabu-sabu sebarat 4,87 dan 4,26 gram dan 10 butir ekstasi.

Dihadapan petugas, para terdakwa mengaku bahwa barang bukti sabu yang ditemukan di kamar 104 itu semuanya adalah milik Putu Permana Suharja yang berada dalam LP Kerobokan, Denpasar.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment