Warga Lewotolok Tidak Halangi Pemasangan Jaringan Listrik

Ilustrasi. Foto: BNN/ist.

IleApe/BaliNewsNetwork-Warga Lewotolok Kompleks,Kecamatan Ile Ape,Kabupaten Lembata sangat kaget dengan peristiwa penghadangan warga yang dilakukan aparat keamanan baik dari Polres Lembata maupun Koramil Lembata,Jumad (6/7) ketika hendak meminta kontraktor dan unsur Forkompinda Lembata yang turut hadir di lokasi pengerjaan jaringan utama listrik itu untuk menghentikan sementara pekerjaan tersebut  dengan mendahulukan penyelesaian masalah ulayat  yang belum terselesaikan. Mereka tidak bermaksud menghalangi pelaksanaan pengerjaan jaringan utama listrik menuju Tanjung Tuak tersebut.

Kepada BaliNewsNetwork.com,Selasa (10/7)beberapa warga Lewotolok Kompleks yang dikomfirmasi di hamparan Parakwalang terkait kisah penghadangan dan penahanan 8 warga pada Jumad 6 Juli 2018 itu secara tegas mengungkapkan keprihatinan dan penyesalan mereka atas sikap yang diperlihatkan oleh aparat keamanan dikala itu yang menuding warga  melawan pemerintah.

“Kami memang kesana (Lokasi pengerjaan jaringan listrik) karena ada aktivitas pengerjaan,yang sebelumnya telah kami sepakati bahwa pengerjaan jaringan akan dilanjutkan setelah permasalahan hak ulayat kami ini terselesaikan.Dan semua mereka yang hadir di lokasi tersebut pun turut tandatangan kesepakatan itu.Kami datang dengan membawa surat kesepakatan itu,tidak ada yang lain.Hanya lembaran surat kesepakatan itu.Kami minta kontraktor untuk hentikan sementara,kita fokus pada penyelesaian masalah ulayat.Kami mau bicarakan itu dengan Pemkab dan Kapolres yang juga ada di lokasi pada waktu itu.Namun tiba-tiba warga kami dihadang oleh polisi  yang bersenjata dan tentara dalam jumlah yang banyak.Kami semakin heran ketika ada 8 warga kami  yang sudah digiring ke Polres Lembata dengan alasan melawan pemerintah.Syukurlah,mereka telah bebas,namun masih wajib lapor.” tutur beberapa warga dengan terus menerus meminta agar namanya tidak dimediakan.

Ke-8 warga desa Lewotolok Kompleks yang sempat mendekam di ‘ruang pengamanan’ Polres Lembata ketika hendak ditemui di Lewotolok ,Selasa (10/7) pukul 10.00 wita sedang tidak berada ditempat.

“Mereka tadi ke Polres Lembata untuk lapor diri.Mereka memang sudah kembali ke rumah pada Minggu (8/7),namun masih wajib lapor.Entah sampai kapan,kami sendiri tidak mengerti.Kami masyarakat awam hukum,tidak mengerti urusan itu.Maksud kami untuk selesaikan masalah ulayat,kog jadinya warga kami dan bahkan Ketua DPRD Lembata,Pa Ferdy Koda juga harus mendapat hajaran aparat.Kami tidak halangi pengerjaan jaringan listrik itu,kami tidak blokade,tetapi kami datang baik-baik sesuai kesepakatan yang telah dibangun bersama,untuk mendahulukan penyelesaian masalah hak ulayat kami itu.Buktinya tiang dan kabel dari ujung sana sampai disini sudah berdiri dan terpasang semuanya.” ungkap beberapa warga penuh kesal.

Secara terpisah,Ketua DPRD Lembata,Ferdinadus Koda ketika hendak dikonfirmasi pun tidak berhasil ditemui.Dari sopirnya yang ditemui di kediamanan Ketua DPRD tersebut,Selasa (10/7), BaliNewsNetwork.com mendapat informasi kalau Ferdy Koda sedang menjalankan tugas daerah di luar Kabupaten Lembata. (Emnir)

 

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment