Perkosa Anak Angkatnya Sebanyak Tiga Kali, Kakek 69 tahun Terancam 15 Tahun Penjara

Denpasar/BaliNewsNetwork -Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur bernama Moch Yatim yang tega memperkosa anak angkatnya yang masing berusia 13 tahun sebanyak 3 kali, Selasa (10/7) diadili di PN Denpasar.

Dalam sidang pimpinan Hakim Ni Made Purnama ini masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Oka Ariani Adikarini.

Dalam dakwaan dipaparkan, perlakuan bejat yang dilakukan terdakwa terjadi antara tanggal 13 Maret hingga 15 Maret 2018 silam di salah satu rumah di Jln. Sekuta, Denpasar.

Atas perbuatan itu, JPU dari Kejari Denpasar ini menjerat terdakwa dengan beberapa pasal. Diantaranya Pasal Pasal 81 ayat (2), ayat (3) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Kedua Pasal 76E jo Pasal 82 ayat (1) dan (2) UU yang sama dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dalam dakwaan dipaparkan pula, aksi bejat terdakwa tidak kuasa ditolak olah korban dengan alasan korban takut dimarahin. Diuraikan dalam dakwaan, sebelum kejadian, korban berinisial N (13), tinggal di Banyuwangi bersama KS yang merupakan istri terdakwa.

Karena korban putus sekolah, KS bersama N kemudian memutuskan untuk datang ke Bali menemui terdakwa. Setiba di Bali dalam kurun waktu tersebut, KS kembali ke Banyuwangi dan menitipkan korban ke terdakwa untuk diasuh.

Pada malam harinya, sekitar pukul 21.30 Wita, korban sedang menonton televisi dan bermain handphone (HP) di lantai II. Lalu terdakwa menyuruh korban untuk tidur disamping terdakwa, karena terdakwa akan mengajak saksi korban berbicara.

Kala itu, terdakwa tidur di samping kanan korban sambil mengatakan “Kamu jangan nakal di Jawa. Bapak sayang kamu” lalu terdakwa ke kamar mandi dan korban melanjutkan main HP.

Setelah dari kamar mandi, terdakwa kemudian memeluk korban, lalu memegang kemaluan korban dan mencium bibir sambil berkata “Bapak liat anumu ya?” dan oleh korban langsung dijawab “enggak”.

Singkat cerita, mulai saat itu terdakwa melakukan aksi bejatnya dengan memperkosa korban. Pada aksi terakhir yang dilakukan terdakwa, korban sempat menolak dengan berkata

“Ojo Pak..ojo Pak (Jangan Pak..jangan Pak)”, namun atas penolakan korban, terdakwa justru memaksa dan mengatakan “Masak udah dinafkahi..saya gak dapat ngerasain kamu” dan oleh korban dijawab “Masak harus ada balas Budi menafkahi aku Pak?”.

Hingga pada akhirnya korban menceritakan perlakuan tak pantas ayah angkatnya itu kepada saksi RD yang merupakan teman korban.

Kemudian atas saran RD, korban disuruh berkemas untuk mengambil seluruh pakaian dan diminta pergi dari rumah dengan cara dijemput. Kemudian, atas cerita korban, ayah RD melaporkan kasus tersebut ke Polresta Denpasar.

Atas dakwaan JPU, penasehat hukum terdakwa Desi Purnani dari Pos Bantuan Hukum (PBH) tidak mengajukan eksepsi, sehingga sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment