Terjaring Pukat, Seekor Pari Manta dan Dua Hiu Paus dibebaskan Nelayan Solor

Nelayan Lemanu,Yansen Herin,bersama Tim gabungan pengawas perairan Flotim sedang berusaha menyelamatkan seekor Pari Manta yang terjaring pukat Yansen,Sabtu (7/7). Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Dua nelayan Solor masing-masing Son Werang (Kelurahan Ritaebang,Solor Barat ) dan Yansen Herin (desa Lemanu,Solor Selatan) pada Rabu (4/7) dan Sabtu (7/7) dengan sadar membebaskan mega fauna,jenis Hiu Paus dan Pari Manta yang terjaring pukat mereka.

Kepala Bidang Pengawasan Sumberdaya Perikanan dan Perijinan Usaha pada Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur,Apolinardus Y.P Demoor kepada BaliNewsNetWork.com melalui saluran WhatApps,Minggu (8/7) menjelaskan nelayan asal Kelurahan Ritaebang,Son Werang pada  Rabu (4/7) sekitar pukul 21.00 wita langsung membebaskan seekor hiu paus setelah memastikan bahwa ikan yang terjaring pukatnya itu adalah hiu paus.

Demikianpun halnya dengan nelayan asal desa Lemanu,kecamatan Solor Selatan,Yansen Herin.Yansen yang mengetahui pukatnya terjaring seekor hiu paus dan pari manta pada tarikan 3 piece dan tarikan 5 piece tersebut langsung mengabarkan ihkwal temuannya itu pada staf Misool Baseftin yang lalu diteruskan ke Dinas Perikanan Flores Timur.Bersama Satwas PSDKP Flotim,WCS,dan Misoo Baseftin,Dinas Perikanan langsung menuju perairan dea Lemanu.

“Nelayan Lemanu,Yansen Herin  melakukan setting purseseine (11 piece) pada jam 02.00 wita diperairan Lemanu .Pada saat tarikan 3 piece jaring terdapat 1 ekor hiu paus (Rhincodon ypus)yang terlilit dan pada saat tarikan (5 piece) jaring terdapat 1 ekor pari manta oseanik dalam keadaan terlilit juga.Hiu paus dapat dilepas kembali ke perairan oleh nelayan sendiri dalam keadaan sehat dengan ukuran 6 meter (kategori hiu paus dewasa).Sedangkan pari manta dilepaskan dari pukat jam 08.00 wita dalam keadaan lemah dan berhasil kami lepas kembali ke tenga laut setelah melakukan identifikasi dan pengambilan sampel.”terang Dus Demoor seraya menghaturkan terima kasih kepada Son Werang dan Yansen herin yang secara sadar menyelamatkan mega fauna walau harus mengorbankan beberapa meter pukat mereka. (Emnir)

 

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment