Ratapan Gerry Kelen dan Ani Waton Harukan Suasana Serahterima Kedua Jenasah TKI Asal Flotim

Gerry Kelen (tengah) ,anak Maria Goreti Barek Beguir,meratap di peti jenasah ibundannya. Foto: BNN/Emnir.

IleMandiri/BaliNewsNetwork-Ratap tangis bersyair,terlantun menyayat hati, memanggil-manggil nama kedua penghuni peti jenasah korban tabrakan speedboat di Sei Nyamuk,perbatasan Malaysia-Indonesia,Jumad,29 Juni 2018 yang lalu,ketika ambulance penghantar tiba di desa Riangkemie,Rabu (4/7).

Tak henti-hentinnya ratapan dan tangisan sanak keluarga dengan aneka ekspresi mengiringi jalan para pengusung jenasah Maria Goreti Barek Beguir dan jenasah Agustina Jawa Kelen yang tiba dengan penerbangan Nunukan-Tarakan-Surabaya-Maumere hingga sampaidi tenda duka,tempat pelaksanaan seremonial serahterima kedua jenasah tersebut.

“Emaaaaaaaa…emaaaaaaa…emaaaaaaa….Pi ema goen to…?” tanya Gerry Kelen,sambil mendekati peti mamanya,Barek Beguir.Isak tangisnya deras melengking sederas aliran air matanya.Tak cuma mamanya yang menjadi korban dalam tragedi maut itu,namun Gerry sang bocah yang akan menerima Sakramen Komuni Pertamanya pada Agsutus 2018 mendatang harus menerima takdir kehilangan pula sang kakaknya jordi dan seorang adiknya (berusia 4 tahun) yang belum ditemukan ).

Mereka pulang untuknya.Mereka bale nagi untuk bersama Gerry dalam kebahagiaannya di moment sambut baru itu.Namun sayang,bayangan kebahagiaan itu dratis lenyap bersamaan dengan datangnya kabar tentang musibah di perairan Sebatik,Jumad,29 Juni 2018 itu.Gerry tidak lagi melihat kakaknya Jordy dan adiknya.Dihadapannya kini,Gerry hanya memandang peti jenasah ibundannya,Maria Barek Beguir.

Gerry dan Ani dalam pelukan Wabup Flotim.

Kondisi yang sama pun terjadi bagi Ani Waton.Putri cilik yang akan bersama Gerry Kelen,dkk menerima Sakramen Komuni Pertama itu harus pula menikmati situasi pahit.Mamanya Agustina Jawa Kelen yang datang khusus untuk membahagiakannya di perayaan sambut barunya itu, kini tertutup peti,dan akan tertutup tanah.

Tangisan dan ratapan kedua bocah itu menambah haru suasana penerimaan jenasah tersebut.Semua warga yang berjugelan memadati tenda serah terima jenasah itu larut dalam duka keluarga berduka. Tak ketinggalan Wakil Bupati Flores Timur,Agustinus Payong Boli. Agus Boli yang juga tak kuat menahan kesedihan kedua anak itu,lalu spontan memberikan perhatian khusus kepada mereka.

Sambil merangkul keduanya,Wabup Agus mengalirkan aura kasihnya kepada Gerry dan Ani.Aneka fasilitas sambut baru kedua anak itu akan ditanggung oleh Wabup Agus Boli .Bahkan beasiswa khusus diberikan Wabup Agus Boli kepada keduannya. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment