Jenasah TKI Asal Flotim Berpisah di Surabaya, Bertemu Kembali di Maumere

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI NTT, Timotius Kopong Suban. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Tiga jenasah korban tabrakan speedboat di wilayah perbatasan negara Malaysia-Indonesia (Sei Nyamuk) pada Jumad,29 Juni 2018,yakni Agustina Jawa Kelen,Maria Barek Beguir dan Viane Mukin akhirnya dipulangkan ke kampung asal mereka Riangkemie dan Lewohala,Flores Timur,NTT,Selasa (3/7). Tiba di Surabaya,ketiga jenasah itu berpisah dan akan bertemu kembali di Maumere,Rabu (4/7).

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI NTT,Timotius Kopong Suban ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com,Selasa (3/7) di kantor Dinas Naker Flotim membenarkan pemulangan ketiga jenasah asal kecamatan Ile Mandiri,Kabupaten Flotim tersebut. Menurut Timotius Kopong, ketika tiba di Surabaya,jenasah Viane Mukin langsung diterbangkan ke Kupang.Sedangkan jenasah Agustina jawa Kelen dan Maria Barek Beguir akan diterbangkan keesokan harinya,Rabu (4/7) menuju Maumere.Walau berpisah di Surabaya,namun ketiga jenasah itu akan bersatu kembali di Maumere.

“Karena alasan cargo,(Kecil) maka jenasah Viane Mukin diterbangkan lebih dahulu pada hari ini juga ke Kupang dan akan dilanjutkan ke Maumere pada besok,Rabu (4/7).Sedangkan Jenasah Agustina Jawa Kelen dan Maria Barek Beguir ‘nginap’ dulu di Surabaya.Besok baru mengikuti penerbangan rute Surabaya-Denpasar-Maumere.Ketiga mereka akan bertemu di Maumere dan selanjutnya menuju kampung halaman masing-masing.Kami bersama pihak Pemda Flotim akan jemput di Maumere.”jelas Timo Kopong Suban. (Emnir)

 

Editor :Rahman sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment