Perdana, Warga Ojandetun Bebaskan Induk Penyu Lekang

Tim Terpadu sedang melakukan identifikasi terhadap seekor Penyu Lekang, di pantai Ojandetun,Selasa (26/6). Foto: BNN/Doc.

Wulanggitang/BaliNewsNetwork.com-Gencarnya sosialisasi tentang perlindungan biota laut dan mega fauna  oleh Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur,Satwas PSDKP, bersama beberapa NGO seperti Misool Baseftin,WCS,serta  institusi pengawasan dan pengamanan perairan Flotim (Pol Air dan TNI Angkatan Laut Pos Larantuka) selama ini  telah membawa dampak positip.

Masyarakat  Flotim kini telah berpartsipasi aktif dalam perlindungan tersebut,dari melaporkan  penemuan mereka terhadap biota laut yang dilindungi kepada Tim Terpadu Pemkab  Flotim,hingga aktif melakukan penyelamatan,pengamanan dan pembebasannya .

Sebagaimana yang terjadi di desa Ojandetun,Selasa(26/6).Walau konsentrasi warga lebih tertuju kepada pelaksanaan  Pemilihan Gubernur NTT (Rabu ,27/6),toh  Petrus Reo Rutan (55) ketika sedang menjalankan aktivitasnya di pantai desa Ojandetun Pukul 06.00 wita,dirinya  menemukan seekor Penyu Lekang ( Lepdochelys Olivacea ) yang sedang bertelur.

“Saya mengamati penyu ini bergerak menuju ke darat dan lalu mencari tempat untuk bertelur.Setelah selesai semuanya,saya memagari tempat itu dan melaporkan kenyataan itu kepada Kepala Desa kami,Bapak Yohanes Nani Ipir.”cerita Petrus Reo Rutan.

Kepala Bidang  Pengawas Sumber Daya Perikanan dan Perijinan Usaha Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur,Apolinardus Y.P.Demoor  kepada BaliNewsNetwork.com,Selasa (26/6)  menguraikan setelah pihaknya mendapat laporan dari Kades Ojandetun dan Ketua Pokmaswas,Abdun Yulius pada pukul  09.00 wita ,pihaknya bersama Satwas PSDKP Larantuka, WCS dan Misool Baseftin langsung menuju lokasi dan melakukan identifikasi terhadap induk penyu Lekang itu.

“Jenis penyu tersebut adalah Penyu Lekang (Lepdochelys Olivace )  dengan panjang  92 cm,Lebar tungkai depan kanan kiri  110 cm,Panjang Karapax  67 cm,Lebar Karapax  67 cm, dengan tungkai depan 40 cm,tungkai belakang 25 cm.Sedangkan panjang kepalanya  16 cm.”terang Dus Demoor sembari menambahkan pihaknya pun  langsung memberikan sosialisasi kepada warga  desa Ojandetun penyu,termasuk jenis Penyu Lekang  tersebut  masuk dalam perlindungan UU No.5 Tahun 1990 yang mengatur  tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Induk Penyu Lekang itu lalu dilepaskan ke laut.Tim lalu melanjutkan sosialisasi  tentang perlindungan mega fauna di Balai Desa Ojandetun. (Emnir)

 

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment