Impor Ekstasi, WN Malaysia Diadili di PN Denpasar

Denpasar/BaliNewsNetwork-Warga Negara Malaysia bernama Mohammad Eryfan Bin Jamaluddin (23) yang kedapatan membawa Narkotika dari luar negeri, Senin (24/6) menjalani persidangan di PN Denpasar.

Dalam sidang pimpinan Hakim Esthar Oktavi itu masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Dipa Umbara.

Dalam dakwaanya, Jaka Kejati Bali itu menjerat terdakwa adegan tiga pasal berlapis. Yaitu : Pasal 113 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sebagaimana dalam dakwaannya kesatu, terdakwa dinyatakan tanpa hak dan melawan hukum mengimpor, mengekspor, memiliki, menyimpan, menguasai dan menyalahgunakan narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 15 butir dengan berat keseluruhan sebanyak 4,10 gram.

Dalam dakwaan dipaparkan pula, terdakwa ditangkap di terminal kedatangan Bandara Internasional Ngurah Rai saat tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia pada 4 Maret 2018, Pukul 20.15 Wita.

Saat itu petugas melihat gerak-gerik terdakwa mencurigakan saat dilakukan pemeriksaan X-ray di bandara setempat.Selanjutnya, petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai membawa terdakwa dan barang bawaannya ke tempat khusus pemeriksaan.

Saat dilakukan pemeriksaan badan dan pakaian terdakwa, petugas menemukan satu plastik klip pada celana dalam terdakwa.

Setelah barang bukti diambil petugas, ternyata di dalam plastik klip itu berisi 15 butir pil ekastasi yang terdiri atas tujuh pil ekstasi berwarna merah mudah dan delapan pil ekastasi (MDMA) berwarna kuning.

Saat dilakukan pemeriksaan, terdakwa mengaku barang terlarang itu miliknya yang dibeli dari temannya bernama Ipan di Kuala Lumpur sebanyak 17 butir dengan harga 200 ringgit Malaysia.

Sebelum tiba di Bali, terdakwa sudah menggunakan du butir pil ekastasi itu disalah satu klub malam di Kuala Lumpur, kemudian sisanya dibawa terdakwa saat hendak berlibur ke Bali.

Dari hasil penemuan narkotika ini, terdakwa dan barang bukti yang berhasil diamankan petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai, selanjutnya diserahkan ke Ditresnarkoba Polda Bali pada 5 Maret 2018, Pukul 12.00 Wita untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment