Ritual Pa’o Kwae Pito dan Bau Kwoko, Awali  Atap Rumah Adat Wuka Puken, Lebao

Kebelen raja dan kepala suku serta Weruin dan para kelake dalam melaksanakan ritual  Bau Kwoko dalam prosesi pengatapan rumah adat Suku Wuka Puken, Desa Lebao, Solor Timur, Senin (11/6). Foto : BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com-Kebersamaan yang telah ditunjukkan oleh ribu ratu ke-10 suku dalam rumpun suku Lebao, Solor Timur  tahapan pembangunan rumah adat suku Wuka Puken kembali diperlihatkan mereka. Senin, 11 Juni 2018, rumah adat  suku yang berstatus sebagai Ina Puken tersebut masuk pada tahapan finishing, yaitu tahapan tutup atap.

Sebagaimana tradisi yang diwariskan para leluhur mereka, acara tutup atap lango belen suku Wuka Puken itu pun ‘bermandikan ‘ritual adat penuh pesan moral. Sebelum semua ribu ratu berkumpul di masing-masing rumah adat mereka dan mengikuti ritual adat dan pengerjaan atap rumah adat suku Wuka Puken tersebut, Tuan Tana (Kebelen Koto’hn) dan kebelen raja Iku’hn melakukan ritual Pa’o Kwae Pito. Ritual adat ini hanya dilakukan oleh kedua pemimpin adat rumpun Lebao,tanpa dihadiri oleh unsur adat lainnya dan ribu ratu (masyarakat).

Kebelen raja,kepala suku Wuka Puken dan Weruin melakukan Wreha Da’a

Ketika semua persiapan serta pelaku atau petugas yang menjalankan fungsi adatnya di rumah adat Wuka Puken telah siap maka Merinho (penyambung suara Kebelen Lewo) dari suku Wuka Puken  akan mengumumkan prosesi adat yang akan digelar.

Bau Kwoko merupakan ritual perdana yang dilakukan Kebelen Raja bersama para kelake di dalam rumah adat suku Wuka Puken. Bersama Weruin,  mereka semua bersatu hati memohon kepada leluhur mereka untuk hadir bersama dan membantu mereka dalam pengerjaan rumah adat tersebut. Segala kekurangan material, ditambahkan.

Setelah ritual Bau Kwoko semua kemamu dan kelake bergotong royong mengerjakan atap rumah adat yang terbuat dari daun kelapa itu. Selama pengerjaan itu, Weruin yang dikawal oleh Kebelen Raja dan pembesar Suku Wuka Puken senantiasa melakukan Wreha Da’a (beras merah). Hal itu bertujuan agar material tidak mengalami kekurangan.

Luar biasa, ritual yang memperlihatkan penyerahan total kepada penyelenggaraan wujud tertinggi. Ritual Doa ! (Emnir).

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment