Mengintip Kisah Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Kepala Distanak Flotim

“Kami memang pernah ditanyakan Pak Kadis soal proposal ini, namun kami bilang tidak tau. Kami tidak tau karena memang kami sendiri tidak perna berurusan (membuat) proposal itu. Pernah juga kami diminta Pak Kadis untuk mencocokan tanda tangan yang tertera dalam proposal itu. Beberapa kami yang kebetulan sedang bersama Pak Kadis langsung bilang itu bukan tanda tangannya Pak Kadis. Kami sangat kenal tandatangannya beliau. Wajar pihak Kementan mencurigai isi proposal itu karena mereka sangat tau pemetaan pertanian kita yang kok sangat berbeda dengan yang tertera dalam proposal itu? Berbeda pula tanda tangan Pak Kadis dalam proposal itu ,” tutur informan tersebut dengan terus menerus meminta agar identitasnya dirahasikan.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Kisah perseteruan antara elite parpol berlambang   biru  dengan salah seorang pimpinan dinas pada setda Flotim di depan Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, SH  sebagaimana yang dibeberkan oleh pemilik akun FB Benty Abraham  belum lama ini masih menjadi perbincangan hangat publik Flotim.

Benty Abraham  dalam postingannya tersebut dengan jelas memperlihatkan biang kerok perkelahian tersebut adalah hadirnya proposal dari dinas yang  sama sekali tidak diketahui oleh pimpinan dinas tersebut. Parahnya lagi, pihak Kementerian Pertanian (Kemtan) setelah menerima proposal tersebut justru kaget dengan isi proposal (permintaan jenis barang dan lokasi) termasuk meragukan tanda tangan sang kadis yang sungguh dikenal mereka itu dan melakukan konfirmasi dengan pimpinan dinas tersebut.

Sungguh jauh berbeda. Perbedaan yang  sangat menyolok antara isi dan tanda tangan itu menjadikan proposal  tersebut kehilangan wibawa dan makna  di depan Kementan. Alhasil, penantian dari pihak-pihak yang memuluskan proposal tersebut akan datangnya “berkat” dari proposal itu pun menjadi sebuah penantian panjang.

Terlepas dari pembeberan Benty Abraham yang lalu direspon oleh pimpinan PAN Flores Timur dengan mempolisikan pemilik akun Benty Abraham itu, namun menilik respon berbalas pantun ala pimpinan PAN Flotim tersebut menjadikan perseteruan ini semakin mudah memperlihatkan riwayat pemulusan proposal itu kepada publik FLotim.

Perjalanan investigasi BaliNewsNetwork.com terkait penelanjangan yang dinyanyikan Benty Abraham tersebut terbentur pada ‘terkuncinya’ mulut sang Kadis Pertanian dan Peternakan Flores Timur. Berpegang teguh pada kode etik birokrasi, Ir. Anton Wukak Sogen ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com hanya berujar,” no coment”.

“Kami memang pernah ditanyakan Pak Kadis soal proposal ini, namun kami bilang tidak tau. Kami tidak tau karena memang kami sendiri tidak perna berurusan (membuat) proposal itu. Pernah juga kami diminta Pak Kadis untuk mencocokan tanda tangan yang tertera dalam proposal itu. Beberapa kami yang kebetulan sedang bersama Pak Kadis langsung bilang itu bukan tanda tangannya Pak Kadis. Kami sangat kenal tandatangannya beliau.Wajar pihak Kementan mencurigai isi proposal itu karena mereka sangat tau pemetaan pertanian kita yang kok sangat berbeda dengan yang tertera dalam proposal itu? Berbeda pula tanda tangan Pak Kadis dalam proposal itu,” tutur informan tersebut dengan terus menerus meminta agar identitasnya di rahasikan.

Lantas mengapa kicauan Benty Abraham itu disambut Rofin Kabelen, Ketua PANFlotim  dengan mempolisikan “penyanyi” kisah perkelahian itu?

“Memang belum lama  ini ada beberapa orang datang ke kantor kami dan bertemu Pak Kadis. Sekitar jam satu siang lewat begitu. Maaf, saya lupa hari, tanggal pastinya, pokoknya dari situ yang kemudian beredar cerita ramai tentang hal ini. Agak lama mereka di dalam ruangan Pak Kadis, sampai habis jam kantor. Saya sendiri hanya mengenal dua di antara mereka itu adalah anggota DPRD Flotim, sedangkan lainnya saya tidak kenal. Dua anggota DPRD itu Pak Rofin Kabelen dan Pak Saiful Sengaji. Entah apa yang mereka bicarakan di dalam ruangan Pak Kadis, intinya setelah beberapa hari dari situ, ramai orang cerita, termasuk di kantor kami ini  kalau pimpinan PAN Flotim, Pak Rofin Kabelen lapor orang yang beberkan masalah proposal dan perkelahian dengan Kadis kami. Soal proposal, soal pemalsuan tanda tangan Pak Kadis, itu saya tidak mengerti,” ungkap sumber tersebut yang mengaku sangat mengenal dua anggota DPRD Flotim itu.

Lantas apa hubungan proposal itu dengan parpol biru yang kemudian benderang dengan sendirinya  sebagai PAN lewat laporan Pimpinan PAN Flotim, Rofin Kabelen  atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pemilik akun Benty Abraham?

Dari perjalanan penelusuran BaliNewsNetwork.com, proposal tersebut diduga berkaitan dengan Dana Pokok Pikiran (Pokir)  anggota DPR RI asal Dapil NTT 1, Ahmad Yohan. (Emnir).

Editor :Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment